Walikota Mojokerto menyerahkan cinderamata kepada perwakilan BKKBN Jawa Timur-jen
MOJOKERTO-(GEMA MEDIA)- Sebanyak 238 kader ikuti sosialisasi pendataan Keluarga Berencana (KB) di Kota Mojokerto yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) . Pendataan yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali ini, sangat penting untuk memotret kondisi pembangunan Keluarga Berencana (KB) di Kota Mojokerto.
Hal tersebut diucapkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka sosialisai Pendaatan KB 2021 di Pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, No.50 Kota Mojokerto. Dengan Tema “Keluarga Berencana Dua Anak Itu Keren”.
“Berdasar hasil itulah, data yang akan kita jadikan untuk mengambil intervensi dalam mensupport permasalahan yang ada. Kalau data tidak jujur maka kami nanti dalam memberikan intervensi juga tidak akan tepat,” ungkapnya. Senin, (8/3/2021).
Walikota Mojokerto foto bersama ara kader-jen
Dalam menyongsong Pendataan Keluarga ini Ning Ita sapaan akrab Wali Kota, secara langsung menitipkan 3 (tiga) hal kepada para kader waktu melakukan pendataan ke seluruh masyarakat Kota Mojokerto. Pertama adalah dalam melakukan pendataan harus disampaikan kondisi apa adanya tanpa ada informasi yang ditutup-tutupi.
Dengan banyaknya kader yang terdiri dari ibu-ibu bahwa, fungsi keluarga dalam memberikan pemahaman kepada putra putrinya yang terbesar menjadi tanggung jawab Ibu, karena itu saya ingin kepada semua ibu untuk menerapkan fungsinya sebagai tenaga pendidik dan pemberian pemahaman agama kepada anak-anak kita semua.
“Selama ini kenakalan remaja terjadi salah satunya adalah karena kurangnya fondasi agama, dan proporsi terbesar bagi penanaman pemahaman tentang agama ada di keluarga khususnya ibu,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd mengatakan, pendataan keluarga yang dilakukan pada tahun ini mulai tanggal 1 April s.d 31 Mei 2021 merupakan kegiatan prioritas BKKBN dalam upaya menyediakan data dan informasi keluarga by name by address.
Walikota Mojokerto foto bersama dengan kader-jen
“Data dan informasi keluarga ini penting dan strategis, karena tidak hanya sebagai alat untuk mengukur indikator kinerja utama program Bangga Kencana, tetapi juga untuk menyediakan data untuk kepentingan operasional penggerakan program Bangga Kencana di lapangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan secara serius, benar dan apa adanya sesuai kenyataan di lapangan,” ujar pak Teguh sapaan akrab Kepala Perwakilan BKKBN Jatim tersebut.
Selain untuk Data dan informasi keluarga, tanggal 1 April s.d 31 Mei 2021, juga dilakukan pengumpulan data tetang kondisi fisik Balita (BB, TB, lingkar kepala). Data tentang Balita ini untuk mendukung upaya Percepatan Penurunan Stunting.
“Tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,7 % (merupakan urutan ke-4 Dunia). Jumlah ini masih jauh dari standar WHO yang seharusnya di bawah 20 persen,” lanjut pak Teguh.
Presiden RI beberapa waktu yang lalu telah menegaskan agar pada tahun 2014, angka Balita stunting di Indonesia tidak lebih dari 14 %. “Artinya bahwa selama selama 3,5 (tiga tahun setengah) tahun kedepan kita harus mampu menurunkan 13,7 % (atau rata-rat 4 % per tahun). Untuk mencapai kondisi tersebut tentunya dibutuhkan kerja keras, kerjasama, kolaborasi dan upaya operasional di akar rumput,” ungkap pak Teguh.
Dalam kesempatan tersebut pak Teguh tidak lupa terus menyerukan bagi kader pendata untuk terus mematuhi protokol Kesehatan selama melakukan pendataan mengingat saat ini masih ditengah pandemi Covid-19.
Terakhir pak Teguh juga menghaturkan terimakasih atas dukungan dari Ibu Walikota Mojokerto, TP PKK Kota Mojokerto dan seluruh mitra kerja di Kota Mojokerto.(jen/an)