Wali Kota Kunjungi Proses Vaksinasi Di Pasar Tanjung Kota Mojokerto -jen
MOJOKERTO-GEMAMEDIA: Vaksinasi Covid-19 tahap II di Kota Mojokerto masih terus berlanjut. Mulai Senin (8/3/21) vaksinasi diberikan kepada para pedagang pasar. Sebanyak 3.520 pedagang yang akan divaksinasi tahap II yang kesemuanya merupakan pedagang Pasar yang ada di Kota Mojokerto.
Terutama, para pedagang di Pasar Tanjung yang merupakan pasar terbesar di Kota Mojokerto. Untuk memastikan vaksinasi berlangsung sesuai prosedur, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung ke beberapa titik tempat vaksinasi.
Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto menyampaikan bahwa di Pasar Tanjung ada enam titik tempat vaksinasi yaitu di depan Klinik Tanjung, di depan Masjid Al Qodiri, Jl. Kopral Usman sebelah BNI Pasar Tanjung, Puskesmas Pembantu Pasar Tanjung (Jagalan Lor), Puskesmas Balongsari (sebelah Labkesda) dan Klenteng Hok Sian Kiong.
Proses Screaning pasien sebelum di vaksinasi di Pustu Belakang Pasar Tanjung Kota Mojokerto-jen
“Kami melihat secara langsung pelaksanaan di enam titik apakah sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Atau, seperti apa mekanisme penataan pada setiap titik pelaksanaan vaksin, karena tidak semuanya memenuhi syarat. Namun, pada keterbatasan lokasi ini kita upayakan semaksimal mungkin standar dalam pelayanan itu bisa terpenuhi,” terang Ning Ita.
Dijelaskan oleh Ning Ita bahwa Pasar Tanjung merupakan sentra perdagangan yang sangat padat dengan tingkat interaksi masyarakat yang cukup besar.
"Waktu operasinya hampir bisa dikatakan 24 jam penuh terjadi interaksi proses ekonomi. Sehingga, ini adalah satu sasaran yang menjadi potensi terbesar keterpaparan covid di Kota Mojokerto,”jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar pedagang berasal dari luar daerah sehingga mobilitas antar daerah yang merupakan satu titik strategis terjadinya keterpaparan yang sangat tinggi.
Lebih lanjut disampaikan oleh Ning Ita, bahwa vaksinasi untuk para pedagang ini sebagai upaya untuk membentengi lebih awal bagi para pedagang pasar, mengingat jumlah pedagang pasar yang mencapai lebih dari 3500 orang.
Dengan masih beredarnya berita hoax tentang vaksinasi, Ning Ita telah mengantisipasi hal ini. Menurutnya, apabila terjadi penolakan vaksinasi oleh pedagang, Ning telah menyiapakan tenaga yang ada di UPT Pasar untuk melalukan pendekatan kepada para pedagang.
“Selain tenaga dari UPT, juga ada para kader motivator serta RT dan RW yang juga mendapatkan vaksin tahap kedua. Mereka kita harapkan bisa saling memotivasi satu sama lain. Bisa menyampaikan, bahwa vaksin ini adalah upaya pemerintah dalam rangka melindungi warganya dari keterpaparan covid,” pungkas Ning Ita.
Wali Kota Mojokerto Saat Mengecek Proses Vaksinasi Di Klenteng Hok Sian Kiong
Sumiah (41) salah satu pedagang sayur di Jalan Kopral Usman, Pasar Tanjung, menjadi salah satu peserta vaksinasi di Puskesmas Pembantu Pasar Tanjung. Ia berharap, dengan mengikuti vaksinasi ia tidak tertular Covid-19 dan pandemi segera berakhir.
"Ya biar lebih sehat. Dan Covid-19 tidak menyebar kemana-mana. Karena, ada juga pedagang yang tidak mau (divaksin). Tapi, saya tetap ikut," katanya.
Vaksinasi di Pasar Tanjung dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 11 Maret mendatang. Untuk waktu dan tempat vaksinasi telah diatur oleh UPTD Pasar. Para pedagang yang telah masuk dalam data akan mendapat kupon atau undangan Dimana masing-masing kupon memiliki warna berbeda sesuai lokasi vaksinasi. Setiap pos vaksinasi mampu melakukan vaksinasi untuk 100 orang perhari.(jen/an)