PENGELOLA KOPERASI HARUS INOVATIF DITENGAH PERSAINGAN KETAT LEMBAGA JASA KEUANGAN

gambar utama
Walikota Mojokerto saat membuka pelatihan SKKNI – KJK-jen
MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, membuka pelatihan Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia – Koperasi Jasa Keuangan (SKKNI – KJK) yang di selenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kota Mojokerto yang dibuka di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto Jl.  Gajah Mada 145 Kota Mojokerto. Senin (8/3/2021).

Dalam Laporannya, Plt Kepala Diskoumperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya SE, M.M  menuturkan, pelatihan tersebut digelar selama 4 hari dimulai tanggal 8 hingga 12 Maret 2021 dan diperuntukan bagi 30 pengurus koperasi se – Kota Mojokerto, dengan menghadirkan Narasumber dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Jasa Naynau Cabang Jawa Timur, Yusuf Sofyan, SE, M.Si.

“Tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah guna meningkatkan kompetensi profesionalisme dan kemampuan dari masing – masing pengelola dan pengurus koperasi yang ada di Kota Mojokerto, khususnya bagi koperasi simpan pinjam atau usaha simpan pinjam koperasi.” Tutur Ani Wijaya.

Sementara dalam pengarahanya, Ning Ita menjelaskan, koperasi merupakan salah satu sektor keuangan yang terdampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, oleh karenanya dibutuhkan Inovasi dalam menghadapi situasi tersebut.

Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan pembukaan-jen


“Kuncinya ada pada anda selaku pengelola koperasi, bagaimana memanfaatkan kemudahan  yang diberikan pemerintah apakah itu melalui restrukturisasi, ataukah melalui  penambahan modal dengan syarat-syarat yang sangat dipermudah oleh Pemerintah. Inilah kuncinya, agar koperasi tetap bergerak.” Tuturnya.

Banyaknya jasa keuangan yang berkembang pesat di Kota Mojokerto, juga menjadi salah satu tantangan terberat bagi lembaga koperasi. Perlu sinergitas serta kerjasama yang baik antara pengelola koperasi dengan stakeholder yang memiliki kewenangan dalam memberikan kemudahan tersebut.

“Di kota Mojokerto ada kurang lebih 200 koperasi, artinya persaingan antar lembaga ini cukup ketat. Saya berharap, koperasi bisa memanfaatkan momentum kemudahan dari pemerintah Kota Mojokerto salah satunya berupa pinjaman permodalan dari pemerintah daerah.” Jelasnya.

Ning Ita yakin, jika sinegritas  antara Pemerintah Daerah dengan koperasi bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan peran masing – masing, Ia optimis pada ahir 2021 perekonomian Kota Mojokerto bisa pulih dan bangkit kembali. (dit/an)

 

 

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: