PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO KEMBANGKAN OLAHRAGA BERBASIS SPORT SAINS.

gambar utama
ceremonial pelatihan pelatih olahraga berbasis sport sains-dit
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Walikota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Pelatihan Pelatih olahraga berbasis sport Sains dengan mengambil tema “pelatihan tenaga keolahragaan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang berkualitas dengan menetapkan sport science”. Pelatihan yang juga dihadiri perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Timur ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Rakyat Jl. Hayam Wuruk No. 50 Kota Mojokerto. Selasa (16/2).

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 16 hingga 17 Februari dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan tersebut, menghadirkan Narasumber dari Disporapar Provinsi Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya dengan peserta sebanyak 50 orang lebih yang terdiri dari guru olahraga dan pelatih club olahraga yang ada di Kota Mojokerto.

Kepala Disporapar Kota Mojokerto Novi Rahardjo dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan program pengembangan kapasitas daya saing pada Disporpar Kota Mojokerto, dengan melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan organisasi olahraga .
“Pemerintah Kota Mojokerto dari tahun 2020 berupaya membangun minimal setiap kelurahan di Kota Mojokerto memiliki sarana dan prasarana olahraga, tentunya dengan mempertimbangan kemampuan keuangan daerah.” Jelas nya.

Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan pembukaan-dit


Dalam pengarahannya, Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto menuturkan bahwa kebutuhan akan tenaga pelatih olahraga yang profesional menjadi salah satu faktor yang akan mendukung perkembangan dunia olahraga yang ada di Kota Mojokerto.

“Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan, karena dengan berjalannya waktu perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, perkembangan ini bisa jadi masuk dan dipergunakan untuk pengembangan olahraga yang ada di Indonesia khususnya di Kota Mojokerto.” tutur Ning Ita.

Ia berkomitmen akan mendukung penuh apa yang dibutuhkan bagi dunia olahraga di Kota Mojokerto, agar bisa melahirkan atlet – atlet berprestasi dengan meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan standarisasi yang ada di Daerah.

“Saat ini yang menjadi tuntutan adalah digitalisasi yang perlu kita kembangkan mengikuti kebutuhan era milenial, era digital saat ini menjadi olahraga baru yang peminatnya kebanyakan generasi Z, ini perlu terus kita fasilitasi dan kita kembangkan.” Jelas Ning Ita.

Menutup pengarahannya Ia menegaskan bahwa dunia olahraga di Kota Mojokerto memiliki potensi yang luar biasa bagus, dimana Kota Mojokerto merupakan kota penyangga ibukota Provinsi Jawa Timur yakni Surabaya. Hal tersebut semakin mendorong Kota Mojokerto menyiapkan diri sebagai kota pariwisata berbasis olahraga. (dit/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: