Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan ucapan Tahun Baru Imlek didampingi Forkopimda, Tokoh Lintas Agama.-jen
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Peringatan Imlek 2572 Kongzili (Tahun Baru Cina) pada masa pandemi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Imlek tahun ini digelar di Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk No 50 Kota Mojokerto. Kamis, (11/2/2021).
Kegiatan perayaan Imlek dilakukan secara virtual, dihadiri oleh Forkopimda Kota Mojokerto, Tokoh Lintas Agama yang ada di Kota Mojokerto, seta Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.
Kegiatan perayaan imlek dilakukan secara Virtual-jen
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya, pada tahun 2003 lalu Perayaan Imlek bagi Agama Konghuchu warga Tionghoa diperbolehkan merayakan Tahun Baru Imlek pertama kali di Indonesia oleh Presiden Abdurahman Wahid.
“Keberagaman Agama di Indonesia merupakan bentuk toleransi antar umat beragama yang semuanya berkumpul menjalin kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama,” ungkap Ning Ita sapaan akrab Walikota.
Hal itu lanjut Ning Ita, terbukti dengan kita menerima penghargaan Harmony Award awal tahun. Selain itu, bentuk harmonisasi ini nampak jelas di Kota Mojokerto saat ini.
“Salah satu peninggalan bahwa budaya cina yang masuk ke Mojokerto Itu ditunjukan dengan megahnya bangunan Klenteng Hok Sian Kiong yang ada di tengah Kota Mojokerto, itu bukti bahwa toleransi antar umat beragama di Kota Mojokerto terjalin harmonis,” imbuhnya.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Saat Memberikan sambutan saat perayaan imlek Di Kota Mojokerto-jen
Di tahun baru imlek saat ini sesuai dengan instruksi Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Persatuan Konghucu pusat terkait Perayaan Imlek pada tahun ini harus mengutamakan protokol sesehatan.
“Seluruh masyarakat warga Tionghoa bisa memanfaatkan tehnologi komunikasi dengan cara virtual tanpa mengurangi kekhusyuk an warga dalam beribadah,” pungkasnya. (Jen/an)