PERTUNJUKAN LAWAK SRIMULAT DAN WAYANG POTEHI WARNAI PERAYAAN IMLEK DI KOTA MOJOKERTO

gambar utama
Wali Kota Mojokerto Wakil Wali Kota Mojokerto Bersama Sekdakot Mojokerto Dan FKUB Kota Mojokerto Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili.-jen
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Pertunjukan lawak Srimulat dan pagelaran Wayang Potehi turut mewarnai perayaan Imlek 2572 Kongzili di Kota Mojokerto. Dua kesenian tradisional itu melakukan aksinya di Pendopo Rumah Dinas Walikota atau yang disebut sebagai Rumah Rakyat, di Jalan Raya Hayam Muruk No 50, Kota Mojokerto. Pertunjukan  tersebut digelar dalam rangkaian acara silahturahmi Forkopimda bersama lintas agama dalam rangka merajut harmoni Imlek 2021. Kamis (11/02/2021) malam.

Walikota Mojokerto Saat Menonton Pertunjukan Lawak -Srimulat Saat Perayaan Imlek di Rumah Rakyat Kota Mojokerto-jen


Wayang potehi merupakan kesenian budaya khas Tiongkok-China, yang dibawa para pendatang ke Indonesia. Karena masuk Nusantara, wayang ini akhirnya membaur dan jadi salah satu kesenian tradisional Indonesia.

Pada kesempatan itu, Pegelaran wayang Potehi dimainkan oleh Ki-dalang Doni Mariono dengan judul Laksamana Cheng Hoo. Selain digelar tatap muka, acara tersebut juga disaksikan secara virtual melalui siaran langsung channel YouTube Gema Media Diskominfo Kota Mojokerto.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasri mengatakan, wayang potehi adalah salah satu bukti bahwa kehidupan masyarakat China dicoba dimasukkan kepada masyarakat jawa pada abad ke-11 melalaui kesenian wayang potehi.

"Kalau dulu mungkin pertunjukan wayang potehi menggunakan bahasa China. Namun seiring dengan perkembanan alkulturasi budaya, wayang potehi sudah mulai dimainkan dengan bahasa Indonesia," katanya usai acara tersebut.

Menurut perempuan yang kerap disapa Ning ita, satu bukti sejarah China masuk di Kota Mojokerto adalah adanya Klenteng Hok Sian Kiong yang berdiri pada abad 11 lalu.

Pertunjukan Wayang Potehi saat Perayaan Imlek-jen


"Alkulturasi budaya ini menjadi satu keragaman budaya, corak masyarakat, dan sosial kesenian beragam di Kota Mojokerto. Semuanya (keragaman agama) bisa hidup penuh dengan harmoni dan toleransi yang sangat tinggi," terang Ning Ita.

Tak hanya acara di pendopo rumah rakyat, kegiatan dan suasana peribadatan umat Tionghoa di Hok Sian Kiong juga turut disiarkan langsung. Usai menonton pertunjukan Wayang Ning Ita didampingi Forkopimda serta tokoh Agama Kota Mojokerto mengucapkan Tahun Baru Imlek kepada seluruh Masyarakat Tionghoa yang Ada Di Kota Mojokerto secara virtual. (Jen/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: