Sampah Disulap Jadi Busana Kerajaan Ala Majapahit

gambar utama
Walikota bersama pemenang lomba -jen
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Ratusan karya busana hasil kreasi anak muda Kota Mojokerto, diperagakan dalam Rangkain Mojo Spekta yang berlangsung di alun-alun Kota Mojokerto. Kamis (21/11/2019). Peragaan busana ini sebagai wujud nyata kampanye pengurangan sampah utamanya plastik. Ini menjadi contoh bagaimana barang bekas bisa didaur ulang dengan apik. Karya-karya yang ditampilkan Deretan gaun-gaun malam nan glamour pun ditampilkan oleh peserta dari tingkat TK hingga mahasiswa/umum. Para peserta fashion ini saling adu kreasi menghasilkan sebuah karya, sebuah busana yang ingin menanggalkan kesan bahwa bahan bekas itu tidak layak pakai.

Material bekas seperti koran, potongan plastik dan gelas air mineral, kertas bungkus semen, plastik bungkus kopi yang menjadi bahan pembuatan busana tersebut dirangkai dengan indah. Ada kantong-kantong plastik dijalin rapi bak mantel bulu. Tak hanya itu, salah satu peserta berhasil memadupadankan koran dan bungkus makanan bekas menjadi sebuah baju kerajaan dan cocok dengan Tema yang diusung pada tahun ini yaitu Spirit Of Mojopahit.

Walikota Mojokerto menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba-an


Sepintas gaun dan baju serta aksesoris nan indah dan bagus yang diperagakan di alun-alun ini seperti baju pada umumnya dari kain. Padahal busana anggun yang dikenakan oleh para pelajar dan berlenggak lenggok ini terbuat dari aneka macam limbah plastik dan kertas serta kain yang didaur ulang dan dibuat menjadi baju serta gaun dan aksesoris yang sangat indah.

Aneka macam baju dan gaun indah ini yang bertema pemimpin kerajaan Majapahit dimasanya itu jika dilihat dengan seksama dan teliti baru diketahui jika gaun ini terbuat dari limbah plastik. Ada yang terbuat dari rangkaian, bungkus sabun cuci, botol bekas air mineral, cangkir eskrim hingga kepingan CD yang dibuat menjadi gaun yang cantik.

Walikota sedang mendekati salah satu peserta lomba fashion dan ngobrol asik-jen


“Event ini bukanlah sekedar pagelaran fashion semata. Ini adalah cara kami untuk memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Hj Ika Puspitasari SE Walikota Mojokerto. Selain itu, kata Ning Ita sapaan akrabnya, pihaknya terus mengkampanyekan pengurangan sampah, khususnya sampah plastik. Plastik yang butuh bertahun-tahun untuk bisa terurai, menjadi perhatian Ning Ita agar bagaimana kita semua sejak dini bisa mengelola plastik dan mengurangi sampah plastik. “Saya senang bahan yang digunakan anak-anak muda ini sebagian mendaur ulang sampah plastik. Dengan ini, mereka teredukasi untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik, nantinya tidak sembarangan memproduksi sampah plastik,” imbuhnya. (Jen/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: