Cegah Stunting , Dinkes Aktifkan Kelurahan Siaga

gambar utama
MOJOKERTO –GEMA MEDIA : Secara nasional kasus Stunting belum tuntas, demikian juga di  Kota Mojokerto. Beberapa Kelurahan masih ada anak kondisi Stunting. Yang dimaksud Stunting adalah sebuah kondisi tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang lain seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

peserta Rakor Kelurahan Siaga-an


Untuk mengatasi dan mencegah stunting agar jumlahnya tidak terus bertambah, perlu menlibatkan semua pihak termasuk peran serta masyarakat dengan mengaktifkan Kelurahan Siaga. Konsep Kelurahan siaga adalah membangun suatu sistem di suatu desa /Kelurahan yang bertanggung jawab memelihara kesehatan masyarakat itu sendiri, di bawah bimbingan dan interaksi Lurah dan Puskesmas terdekat.

Program Kelurahan Siaga di Kota Mojokerto sudah lama dilaksanakan, namun kali ini perlu direviewe kembali agar lebih aktif dan utamanya adalah mengatasi masalah-masalah kesehatan yang bersifat emergency.  Untuk mencapai hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menggelar rapat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan para pihak antara lain Puskesmas, Lurah, kader motivator kesehatan, LPM Kelurahan, FKS dan FKKS serta perwalikilab Pokja Sehat.

peserta rakor Kelurahan Siaga-an


Susilowati, S.Psi, M.Si Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menuturkan bahwa, ada beberapa indicator dalam melaksanakan Kelurahan siaga. Namun kali ini kita utamakan beberapa hal yang prioritas karena yang lain sudah terlaksana. “ yang kita bahas kali ini terkait kehadiran Posyandu Balita, pemeriksaan Ibu hamil, pemberian gizi pada balita serta akses sanitasi,” terang Susi.

Sebagai langkah konkrit atas peran tersebut, para peserta melakukan diskusi kelompok masing-masing Kelurahan untuk mencari inovasi-inovasi kegiatan yang berbasis masyarakat. Contohnya, jika ada anak kekurangan gizi di sekitar  kita, maka tetangga terdekat bisa berbagi menu makanan  sesuai dengan menu yang dimasak hari itu  tentu dengan gizi yang cukup (an)

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: