KIM Diharapkan Sebagai Amplifikator Diseminasi Informasi, Ini kata Selamata Sembiring

gambar utama
dari kiri : Selamata Sembiring, Suhamdani dan Moderator-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)  pada era revolusi industri 4.0, diharapkan dapat berperan sebagai Amplifikator dalam diseminisasi informasi nasional dan agen informasi pemerintah dengan cara turut serta bergotong-royong meng-counter informasi-informasi negatif yang saat ini marak tersebar di dunia maya melalui produksi dan diseminasi informasi-informasi positif secara kreatif di media sosial. Demikian kata Selamata Sembiring Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dalam paparannya pada acara Bimtek KIM di Magetan, selasa 2/10/2019.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat perkembangan fenomena komunikasi saat ini, pemerintah perlu menghidupkan kembali paradigma komunikasi masyarakat dengan model komunikasi “communication with people” bukan “communication to people” melalui Lembaga Komunikasi Sosial, salah satunya adalah KIM.

 

Untuk itu  masih kata Sembiring,   sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8 Tahun 2010 Pasal 7, Pemerintah perlu segera melakukan capacity building pada KIM.  Sehingga KIM sebagai agen informasi pemerintah bukan hanya mampu menggunakan teknologi untuk memperoleh informasi, tetapi juga mampu memilih dan memilah informasi, mampu meng-cross check dan mengklarifikasi informasi serta mampu membuat dan menyebarkan konten digital secara kreatif.

Irjen Kementerian Kominfo Dodi Setiadi saat membuka acara Bimtek KIM di Magetan-an


Bimtek KIM yang merupakan bagian dari Jatim Kominfo Festival kali ini secara resmi dibuka oleh Dodi Setiadi Irjen Kementerian Kominfo RI, dalam sambutannya antara lain Pertumbuhan media digital 4.0 ini tidak hanya menciptakan keterbukaan informasi dan kemudahan untuk bebas berekspresi, tetapi juga menciptakan fenomena Post-Trust dan Echo-chamber. Di era Post-Truth, fakta obyektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik karena lebih kuat emosi dan keyakinan pribadi serta bersaing dengan informasi hoax yang lebih dipercaya oleh publik. Sementara Fenomena echo chamber (ruang gema) di media sosial menyebabkan pengguna hanya memilih fakta atau opini yang mendukung idenya tanpa mau mendengar atau memikirkan informasi yang berseberangan.

KIM Suara Kranggan dan KIM Bestari Kota Mojokerto bersama KIM lainnya di Jawa Timur mengikuti Bimtek-an


Bimtek singkat kali ini diikuti oleh perwakilan anggota se-Jawa Timur  termasuk Kota Mojokerto diwakili oleh KIM Suara Kranggan dan KIM Bestari. Tampak anggota KIM dan Forum KIM Jatim sangat antusias berdiskusi dan sharing dengan narasumber terkait dengan KIM dapat mengambil bagian dalam membantu pemerintah agar mampu menciptakan kepercayaan public dalam melaksanakan diseminasi informasi no hoax demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.(an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: