Walikota Mojokerto usai menonton film bersama ratusan siswa dan guru-ron
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Guna memperkuat karakter dalam diri anak, Kemendikbud bekerjasama dengan pemerintah daerah, Komunitas sejarah dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) melakukan inovasi penguatan pendidikan karakter melalui media inspiratif atau dikenal dengan Pendekar Inspiratif. Salah satu kegiatan tersebut ialah melalui media film. Pemutaran film yang akan dilakukan di 14 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur ini, juga termasuk Kota Mojokerto. Pemutaran film yang dihadiri langsung oleh walikota Mojokerto beserta ratusan siswa dan guru pendamping, digelar di convention hall Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Selasa (24/9/2019).
Saat ditemui, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan bahwa kegiatan menonton film ini bisa memberikan pembelajaran dengan warna yang berbeda kepada pelajar SMP. "Film yang diputar beda dengan film-film yang lain. Lebih pada film yang menunjukkan sisi pendidikan karakter," kata Amin. Masih kata Amin, jika selama ini anak-anak menonton film yang jauh dari pendidikan karakter, kurang mendidik, maka saat ini kita memberikan wacana dan wawasan yang lebih mendidik melalui film ini dengan didampingi oleh para guru dan kepala sekolah.
Acara pemutaran film di Convention Hall Raden Wijaya Kota Mojokerto-ron
Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari SE, saat ditemui usai menonton film mengatakan, dengan menonton film ini kita harapkan wawasan tentang penguatan karakter dari anak-anak bisa didapat dan diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan keseharian anak-anak.
"Tidak hanya merubah mindset bagi anak-anak, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pendidik bagaimana mengajarkan pendidikan karakter pada anak didiknya," kata Ning Ita.
Ning Ita juga menyampaikan bahwa saat ini harus disadari adanya degradasi dalam moral generasi bangsa kita. Tentu pendidikan karakter ini sangat diperlukan dan sangat penting untuk ditanamkan pada anak didik sejak dini, supaya ke depan generasi ini tidak melupakan budaya bangsa kita. "Untuk itu, film menjadi media yang mudah ditangkap oleh anak-anak adalah sebuah inovasi dalam memberikan stimulan munculnya karakter yang baik," lanjutnya.
Walikota berharap dengan pemutaran film ini, esensi karakter yang diberikan bisa ditangkap dan terpatri di dalam pikiran dan hati mereka. Karena energi anak-anak itu sangat besar dan berpotensi. "Jika tidak diarahkan dengan baik dan benar maka anak-anak bisa terjerumus dalam hal-hal negatif. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat perlu dilakukan sesering mungkin," pungkasnya. (Ron/an)