Jumat Barokah Kelurahan Blooto, Ning Ita ajak warga antisipasi DBD

gambar utama
Ning Ita menyerahkan bantuan bedah rumah dalam program Baznas bersih lingkungan didampingi oleh ketua Baznas Kota Mojokerto dan suami (Supriyadi Karima Saiful)-zan
Kota Mojokerto - GEMA MEDIA ; Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur membuat Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon dalam agenda Jumat Barokah, Jumat (28/1/2022) pagi.

Selain menguatkan fungsi 1.625 kader motivator yang tersebar pada 18 kelurahan se Kota Mojokerto, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota juga mengajak peran RT/RW dalam menggerakkan masyarakat untuk senantiasa bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Ning Ita juga mengapresiasi produk jamu KWT Mbujel Asri Kl. Blooto-zan


"Pemerintah tanpa kepedulian masyarakat tidak akan ada hasil yang maksimal, ini adalah sinergi dan kolaborasi untuk menekan angka DBD dan Demam Dengue (DD) di musim hujan ini" ujar Ning Ita.

Pada kesempatan yang sama, meski angka stunting di Kota Mojokerto terendah se Jawa Timur, di angka 6,9 persen. Ning Ita tetap memberikan edukasi serta pendampingan bagi ibu yang masih memiliki anak stunting.

Tos Wali Kota dengan anak-anak UPZ Kids dalam agenda Jumat Barokah-zan


Seperti yang terlihat pada Jumat Barokah kali ini, ia bersama sang suami Supriyadi Karima Saiful juga mengunjungi Posyandu Bina Keluarga Balita 'Melati' jalan Kemasan gang 4 Kelurahan Blooto.

"Jumlah anak- anak stunting yang tidak banyak tadi saya coba ajak interaksi ibunya, kita memberikan edukasi dan pendampingan kedepanya," ungkapnya.

Pendampingan tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan nutrisi saja, melainkan juga dalam bentuk pemahaman pola asuh yang benar kepada para orangtua.

"Saya kira tidak memungkinkan sampai zero stunting, selama angkanya sangat minim itu tidak ada masalah" imbuhnya

Diketahui dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) target angka stunting pada angka 20 persen, dan Kota Mojokerto telah berada pada angka 6,9 persen, jauh melampaui target RPJMN.

"Capaian kita sangat bagus sekali untuk Kota Mojokerto terendah se Jawa Timur," tandasnya. (dit/an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: