Tangani Genangan Air, Ning Ita Kolaborasi Dengan Warga Sentanan

gambar utama
Musrenbang di Kelurahan Sentanan, Ning Ita hadir bersama Kepala Bappedalitbang, Kepala DPUPRPRKP, Camat Kranggan dan Lurah Sentanan-zan
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Infrastruktur pengendalian banjir menjadi prioritas yang akan diselesaikan sampai tahun 2023 sesuai kajian yang telah dilakukan. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Sentanan.

Pada Musrenbangkel yang berlangsung pada Jumat (28/1) di balai pertemuan Kelurahan Sentanan Jl. KH. Ahmad Dahlan No.39 A, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan bahwa Kota Mojokerto bukan daerah rawan bencana menurut  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meski demikian perlu waspada terhadap air yang surut terlalu lama, mengingat topografi Kota Mojokerto lebih rendah dari daerah sekitarnya.

Segenap tokok masyarakat, TP-PKK, Ketua RT/RW dan pemuda Kelurahan Sentanan mengikuti Musrenbang-zan


“Kota Mojokerto tidak termasuk daerah rawan bencana berdasarkan data BNPB, namun memang yang perlu diwaspadai bersama-sama adalah bagaimana kebersihan dan kelancaran saluran drainase karena seringkali drainase yang tidak lancar inilah yang menyebabkan air surut terlalu lama, karena  tidak berjalan lancar.”tegasnya.

Menurut Ning Ita, ada hal-hal yang perlu menjadi kewaspadaan bersama untuk mecegah air surut terlalu lama. “Apakah itu karena sampah ataukah karena sedimen dan lain sebagainya. Ini yang harus kita waspadai dan ini perlu menjadi perhatian untuk berkolaborasi antara Pemerintah dengan masyarakat.”jelas Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa untuk drainase pada saluran primer, tersier dan sekunder telah dilakukan revitalisasi sebagaimana kajian drainase yang telah dilakukan. Namun untuk aliran drainase di masing-masing lingkungan diperlukan pemberdayaan masyarakat. “Untuk drainase yang primer, sekunder, tersier itu menjadi tanggung jawab Pemerintah, tapi kalau yang sudah di dalam lingkungan ini fungsi pemberdayaan masyarakat untuk bergotong-royong disini.  Jadi bersama-sama kita upayakan berkolaborasi dalam rangka menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.”pintanya.

 

Dalam pertemuan ini, Ning Ita juga menyampaikan infrastruktur untuk mengatasi terjadinya genangan di Kota Mojokerto yang masih menjadi program prioritas bersama dengan pembangunan SDM melalui inkubasi wirasusaha melalui program 4P, Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Modal dan Pembuatan Koperasi. Disamping itu ia juga meminta warga Sentanan khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengembangkan potensi seni budaya yang ada di Kelurahan Sentanan.

Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam Musrenbang siang ini antara lain Kepala Bappeda Litbang Agung Moeljono, Kepala Dinas PUPRPRKP Mashudi, Camat Kranggan Rachmi Widjajati serta Lurah Sentanan Fauzan Hadiyan Ichsan. (Na/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: