Ning Ita pertegas hasil pendataan Health Care Community Indonesia di Kota Mojokerto-jen
Health Care Community Indonesia (HCI) yang diinisiasi oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk memberikan layanan kesehatan secara langsung, sekaligus melakukan pendataan dengan beberapa aspek kesehatan terhadap penduduk Kota Mojokerto.
Hasil pendataan tersebut dipaparkan oleh tim leader HCI Dr. Ns. Sismulyanto, M.Kep., M.Kes, dihadapan wali kota dan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, didampingi pula Kepala Dinkes Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dr. Triastutik Sri Prastini,Sp.A serta segenap Kepala OPD di jajaran Pemerintah Kota Mojokerto pada Kamis (27/1) di Pendopo Sabha Krida Tama Rumah Rakyat, Jalan hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto.
Paparan hasil pendataan oleh Healt Care Community Indonesia di Kota Mojokerto, diikuti oleh pimpinan OPD-jen
Ning Ita, sapaan akrab Wali kota Mojokerto menegaskan bahwa hasil kerja HCI tidak hanya bidang kesehatan tapi arahnya kepada Kota Mojokerto satu data sebagaimana amanat Perpres 39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia. “Dari data yang dipaparkan HCI bisa dilihat pengembangannya tidak hanya pada data kesehatan saja, tapi banyak data yang bisa dihasilkan atas kinerja HCI selama satu setengah tahun turun ke masyarakat.”ungkap Ning Ita.
Sekretaris DKPP sedang menyampaikan usulan tambahan indikator pendataan sesuai tusi DKPP-jen
Terkait pencapaian satu data, Ning Ita berkomitmen dan optimis Kota Mojokerto dapat mencapainya mengingat luas wilayah Mojokerto yang hanya sebesar 20 KM2 , hanya 115 ribu orang penduduk yang tersebar di 18 kelurahan. “Kota Mojokerto kota terkecil se-Indonesia, maka kalau kita mampu menyajikan satu data yang terintegrasi dan bisa dimanfaatkan oleh semua pihak, tidak hanya internal Pemerintah Kota Mojokerto, kalau ini sudah bisa kita integrasikan, tidak hanya dengan pemkot tapi juga dengan pihak-pihak eksternal siapapun yang bermitra dengan kita, ini akan menjadi barometer Indonesia” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hasil pendataan HCI setiap tahun akan dilaporkan ke Kemendagri, sebagai pembaharuan informasi yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Mojokerto.
“Inovasi-inovasi setiap tahun bisa dilahirkan berbasis data yang valid dan komprehensif. Karena setiap program inovasi yang bisa kita laksanakan, kalau basisnya itu dari data yang valid maka ouputnya pasti akan kelihatan. Sebab ketepatan sasarannya pasti tinggi karena kita menggunakan data yang valid bukan data proyeksi, bukan data perkiraan.”tegas wali kota perempuan pertama ini.
Lebih jauh Ning Ita menjelaskan bahwa data dari HCI dalam bidang kesehatan dalam rangka mendukung Kota Sehat, dan Kota Tanpa Kumuh. Meski Demikian sangat memungkin bagi HCI di tahun 2022 untuk mengembangkan sayapnya dalam melengkapi data guna mendukung tugas dan fungsi dari masing OPD.(Na/an)