Musrenbang Kelurahan Purwotengah, Ning Ita hadir memberikan pengarahan-zan
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA : Salah satu tujuan digelarnya forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan adalah untuk menyesuaikan rencana pembangunan pemerintah dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing kelurahan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menuai kebermanfaatan penuh atas pembangunan yang dilakukan.
Kamis sore (27/1) menjadi giliran Kelurahan Purwotengah untuk menyelenggarakan Musrenbang. Dalam forum bertempat di aula kantor Kelurahan Purwotengah tersebut, Wali kota Mojokerto turut hadir memberikan sejumlah arahan.
salah satu warga sedang berdialog dengan Walikota dalam agenda Musrenbang-zan
"Purwotengah ini punya potensi strategis nasional, di depan panjenengan ini ada Soekarno", ujar sosok yang akrab dipanggil Ning Ita penuh semangat.
Lebih lanjut, yang dimaksud Ning Ita adalah kawasan peninggalan bersejarah yang terletak tepat di depan gang menuju kantor Kelurahan Purwotengah, yaitu SDN Purwotengah.
Perlu diketahui bahwa bangunan yang berlokasi di jalan Taman Siswa Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto itu dulunya adalah Sekolah Rakyat ‘Ongko Loro’. Sekolah tersebut sempat menjadi tempat Soekarno kecil atau Koesno mengenyam pendidikan dasar.
Ning Ita menilai selama ini belum banyak yang tahu akan fakta tersebut. Padahal apabila dikelola dengan tepat, nilai sejarah tersebut dapat menjadi magnet yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
"Beberapa minggu lalu, kami menggelar ‘City Tour Soekarno Ing Tlatah Majapahit’. Ada banyak anggota Komunitas Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (KPPMKI) yang ikut. Alasannya apa, mereka penasaran dengan sejarah Soekarno di Kota Mojokerto," ungkap Ning Ita.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu pemkot Mojokerto menggelar City Tour Soekarno, berkolaborasi salah satunya dengan KPPMKI Jawa Timur. Sebanyak 110 anggota komunitas tersebut mendaftar dalam gelaran, dengan masa pendaftaran yang hanya empat hari.
Kesuksesan acara tersebutlah yang kemudian membuat Ning Ita semakin optimis untuk dalam membangun wisata sejarah di Kota Mojokerto. Kedepan, Ia yakin jika pembangunan baik infrastruktur maupun SDM di wilayah tersebut sukses, maka perekonomian warga Kota Mojokerto akan meningkat.
"Untuk bisa menyukseskan grand desain yang ada, kami juga mohon kerjasama dari panjenengan. Utamanya melalui partisipasi aktif dalam program-program pengembangan sumber daya manusia, seperti KUBE, pokdarwis. Karena ini juga demi kebaikan panjenengan, bukan semata-mata pemerintah", pungkasnya. (EL/an)