Empat kolam retensi pengendali genangan air akan segera dibangun di Kota Mojokerto
Kota Mojokerto - GEMA MEDIA : Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan mulai membangun 4 (empat) kolam retensi (waduk ; read) sebagai langkah pengendalian genangan air di kota Mojokerto.
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Wates. Selasa (25/1/2022).
"Salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kota Mojokerto adalah pengendalian banjir. Dari hasil kajian kapasitas drainase ada rekomendasi Pemeintah Kota Mojokerto harus membangun empat kolam retensi atau waduk, maka kolam retensi ini insyallah akan mulai kita kerjakan pada tahun ini secara bertahap" ungkap Ning Ita sapaan akrab Wali Kota.
Dengan adanya kolam retensi, diharapkan Ning Ita akan mampu menjadi pengendali genangan air yang ada di wilayah kota Mojokerto. "Kita harapkan dengan adanya kolam retensi ini diharapkan akan mampu menjadi pengendali genangan air yang ada di wilayah kota Mojokerto" imbuhnya.
Secara terpisah, Mashudi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kota Mojokerto menambahkan, empat kolam retensi ini akan dibangun di empat kelurahan yang selama ini rawan terjadi genangan air terutama saat musim hujan.
"Empat kolam retensi ini masih di tahap perencanaan, belum proses lelang, tapi skema nya sudah ada, akan mulai dibangun tahun ini" imbuhnya.
Jika tidak ada perubahan, rencananya kolam retensi ini akan dibangun di empat kelurahan diantaranya kelurahan wates, kelurahan kedundung, kelurahan kranggan, dan kelurahan Gunung gedangan.
"Pembangunan kolam retensi pengendali genangan air ini telah sesuai dengan kajian kapasitas drainase oleh ITS" tandasnya.
Selain infrastruktur pengendalian banjir, diketahui pemkot Mojokerto juga tengah mengupayakan pembangunan infrastruktur pendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi, salah satunya rencana pelebaran jalan empunala sebagai pintu masuk kearah Kota Mojokerto. (dit/an)
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Wates. Selasa (25/1/2022).
"Salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kota Mojokerto adalah pengendalian banjir. Dari hasil kajian kapasitas drainase ada rekomendasi Pemeintah Kota Mojokerto harus membangun empat kolam retensi atau waduk, maka kolam retensi ini insyallah akan mulai kita kerjakan pada tahun ini secara bertahap" ungkap Ning Ita sapaan akrab Wali Kota.
Dengan adanya kolam retensi, diharapkan Ning Ita akan mampu menjadi pengendali genangan air yang ada di wilayah kota Mojokerto. "Kita harapkan dengan adanya kolam retensi ini diharapkan akan mampu menjadi pengendali genangan air yang ada di wilayah kota Mojokerto" imbuhnya.
Secara terpisah, Mashudi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kota Mojokerto menambahkan, empat kolam retensi ini akan dibangun di empat kelurahan yang selama ini rawan terjadi genangan air terutama saat musim hujan.
"Empat kolam retensi ini masih di tahap perencanaan, belum proses lelang, tapi skema nya sudah ada, akan mulai dibangun tahun ini" imbuhnya.
Jika tidak ada perubahan, rencananya kolam retensi ini akan dibangun di empat kelurahan diantaranya kelurahan wates, kelurahan kedundung, kelurahan kranggan, dan kelurahan Gunung gedangan.
"Pembangunan kolam retensi pengendali genangan air ini telah sesuai dengan kajian kapasitas drainase oleh ITS" tandasnya.
Selain infrastruktur pengendalian banjir, diketahui pemkot Mojokerto juga tengah mengupayakan pembangunan infrastruktur pendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi, salah satunya rencana pelebaran jalan empunala sebagai pintu masuk kearah Kota Mojokerto. (dit/an)

