Musrenbang Kelurahan Surodinawan: Ning Ita Bahas Potensi Wisata Religi Hingga Infrastruktur
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Surodinawan pada Selasa (25/1), Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan beberapa arahan. Salah satunya adalah potensi pengembangan pariwisata religi dengan adanya makam Pekuncen yang ada di Kelurahan Surodinawan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan di Kantor Kelurahan Surodinawan, Jl. Surodinawan 171, Kecamatan Prajurit Kulon, Ning Ita menyampaikan bahwa Makam Pekuncen bisa menjadi potensi wisata untuk menjadi bagian Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. “berbicara Kota Mojokerto sebagai Kota Wisata yang berbasis sejarah dan budaya. Surodinawan ini ada potensinya yaitu wisata religi. makam pekuncen itu bisa digarap sebagai destinasi wisata.”jelasnya.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga menegaskan apabila masyarakat mau bisa mengusulkan dalam Musrenbang tahun ini untuk pembangunan infrastrukturnya. “Sebenarnya makam pekuncen itu bisa panjenengan jadikan usulan dalam musyawarah ini untuk diintervensi dengan infrastruktur oleh Ppemerintah Kota yang kemudian nanti nilai kemanfaatannya tentu untuk masyarakat seperti halnya di Troloyo.”paparnya.
Selain siap mendukung dalam segi infrastruktur, Ning Ita juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto juga siap untuk mendukung dalam promosi pariwisata. “Pemerintah Kota Mojokerto akan mempromosikan secara gencar-gencaran bahwa orang-orang yang memiliki jasa sebagai pahlawan ada sejarahnya itu dimakamkan di Pekuncen Kota Mojokerto. Ini akan menjadi jujukan orang berziarah berwisata religi kesini, karena yang dimakamkan di situ kan tokoh nasional.”kata wali kota perempuan pertama ini.
Pada kesempatan ini pula Ning Ita juga memaparkan beberapa pembangungan infrastruktur di Kota Mojokerto. Yaitu pembangunan infrastruktur untuk mengatasi terjadinya genangan air di Kota Mojokerto terutama untuk drainase primer dan sekunder, Sedangkan untuk saluran tersier yang ada di Kelurahan Surodinawan masih bisa masuk dalam usulan Musrenbang Kelurahan Surodinawan tahun ini.
Lebih jauh Ning Ita menjelaskan beberapa infrastruktur yang dibanguun dalam rangka mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata. Diantara pembangunan alun-alun dan trotoarnya, skywalk, akses jalan menuju tempat wisata. Serta sentra-sentra perdagangan untuk pemulihan ekonomi seperti rest area gunung gedangan, pasar benteng pancasila, pasar prapanca dan yang terbaru ini adalah pasar ketidur yang baru saja selesai dan akan diresmikan beberapa bulan ke depan.
Ning Ita juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kota wisata juga harus seiring dengan pembangunan Sumber Daya Manusianya. “Ada program inkubasi wirausaha 4P, pelatihan pendampingan, permodalan usaha dan pembentukan koperasi yang sudah berjalan”tandas Ning Ita. Ia menambahkan bahwa untuk membentuk SDM yang berkualitas berawal dari lingkungan yang sehat. Oleh karena itu usulan untuk bedah rumah dan pembangunan IPAL Komunal, jamban sehat dan septic tank komunal terbuka lebar untuk menjadi usulan pada Musrenbang.
Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam Musrenbang sore ini antara lain Kepala Bappeda Litbang Agung Moeljono, Kepala DPUPRPRKP Mashudi, Camat Prajurit Kulon Mochammad Hekamarta Fanani dan Lurah Surodinawan Riaji (Na/an)
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan di Kantor Kelurahan Surodinawan, Jl. Surodinawan 171, Kecamatan Prajurit Kulon, Ning Ita menyampaikan bahwa Makam Pekuncen bisa menjadi potensi wisata untuk menjadi bagian Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. “berbicara Kota Mojokerto sebagai Kota Wisata yang berbasis sejarah dan budaya. Surodinawan ini ada potensinya yaitu wisata religi. makam pekuncen itu bisa digarap sebagai destinasi wisata.”jelasnya.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga menegaskan apabila masyarakat mau bisa mengusulkan dalam Musrenbang tahun ini untuk pembangunan infrastrukturnya. “Sebenarnya makam pekuncen itu bisa panjenengan jadikan usulan dalam musyawarah ini untuk diintervensi dengan infrastruktur oleh Ppemerintah Kota yang kemudian nanti nilai kemanfaatannya tentu untuk masyarakat seperti halnya di Troloyo.”paparnya.
Selain siap mendukung dalam segi infrastruktur, Ning Ita juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto juga siap untuk mendukung dalam promosi pariwisata. “Pemerintah Kota Mojokerto akan mempromosikan secara gencar-gencaran bahwa orang-orang yang memiliki jasa sebagai pahlawan ada sejarahnya itu dimakamkan di Pekuncen Kota Mojokerto. Ini akan menjadi jujukan orang berziarah berwisata religi kesini, karena yang dimakamkan di situ kan tokoh nasional.”kata wali kota perempuan pertama ini.
Pada kesempatan ini pula Ning Ita juga memaparkan beberapa pembangungan infrastruktur di Kota Mojokerto. Yaitu pembangunan infrastruktur untuk mengatasi terjadinya genangan air di Kota Mojokerto terutama untuk drainase primer dan sekunder, Sedangkan untuk saluran tersier yang ada di Kelurahan Surodinawan masih bisa masuk dalam usulan Musrenbang Kelurahan Surodinawan tahun ini.
Lebih jauh Ning Ita menjelaskan beberapa infrastruktur yang dibanguun dalam rangka mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata. Diantara pembangunan alun-alun dan trotoarnya, skywalk, akses jalan menuju tempat wisata. Serta sentra-sentra perdagangan untuk pemulihan ekonomi seperti rest area gunung gedangan, pasar benteng pancasila, pasar prapanca dan yang terbaru ini adalah pasar ketidur yang baru saja selesai dan akan diresmikan beberapa bulan ke depan.
Ning Ita juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kota wisata juga harus seiring dengan pembangunan Sumber Daya Manusianya. “Ada program inkubasi wirausaha 4P, pelatihan pendampingan, permodalan usaha dan pembentukan koperasi yang sudah berjalan”tandas Ning Ita. Ia menambahkan bahwa untuk membentuk SDM yang berkualitas berawal dari lingkungan yang sehat. Oleh karena itu usulan untuk bedah rumah dan pembangunan IPAL Komunal, jamban sehat dan septic tank komunal terbuka lebar untuk menjadi usulan pada Musrenbang.
Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam Musrenbang sore ini antara lain Kepala Bappeda Litbang Agung Moeljono, Kepala DPUPRPRKP Mashudi, Camat Prajurit Kulon Mochammad Hekamarta Fanani dan Lurah Surodinawan Riaji (Na/an)

