dari kiri : Ketua Panitia, Ketua TP-PKK, Kadinsos P3A, dan Narasumber-dok
Mojokerto-GEMA MEDIA : Berbagai program kegiatan dirancang olehTim Penggerak Kota Mojokerto dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Anggota. Salah satu program yang terealisasi tahun ini adalah pelatihan keterampilan sulam pita.
Ny. Nur Chasanah Achmad Rizal Zakaria Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, menekankan agar ibu-ibu anggota PKK Kota Mojokerto dapat mengikuti pelatihan ini sehinnga hasilnya dapat dikembangkan sebagai lahan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
antusias sekali para peserta pelatihan-dok
Terlebih lagi pada kondisi pandemic Covid-19 sampai saat ini, yang berdampak pada semua sector, diantaranya adalah dampak ekonomi, ucapnya saat mendampingi peserta pelatihan.
Sementara itu Siti Fauziah Anwar ketua pelaksana menyampaikan bahwa, dengan pelatihan ini akan menambah wawasan pengetahuan dan memberikan keterampilan guna meningkatkan pendapatan ekonomi anggota TP PKK se-kota Mojokerto.
Pelatikan kali ini diikuti 50 anggota PKK dari unsur PKK Kecamatan dan PKK Kelurahan serta Tim penggerak PKK tingkat Kota Mojokerto.
Bertempat di pendopo Sabha Mandala Tama Pemkot Mojokerto, pelatihan berlangsung selama 3 hari mulai rabu-jumat tanggal 22.-24 September 2021. Narasumber Mamik Wahyuningsih Direktur UD Najwa Kota Mojokerto. (an)
Nur Chasanah, Ketua TP-PKK Kota Mojokerto-dok
Choirul Anwar, KadinsosP3A kota Mojokerto-dok
Choirul Anwar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto saat membuka pelatihan ini menyampaikan, Dalam hal ekonomi keluarga, perempuan harus mampu mengelola keuangan agar bisa memenuhi kebutuhan selama masa darurat. Bahkan tidak menutup kemungkinan, perempuan menjadi penopang ekonomi keluarga karena suami terkena PHK atau meninggal karena covid-19.
“Sehingga tidak ada pilihan lain bagi para perempuan selama masa pandemi covid-19 selain tetap berdiri tangguh dengan seluruh peran yang diemban”.ucapnya.
PKK sebagai mitra kerja Pemerintah yang hadir di lingkungan keluarga diharapkan mampu berperan dalam membentuk perempuan-perempuan hebat yang tangguh dalam segala situasi. Bahkan melalui gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat bisa tercipta keluarga yang sejahtera, lanjutnya.
“Pelatihan Sulam Pita seperti ini tentunya sangat positif terutama bagi kaum ibu yang lebih banyak berkegiatan di rumah, terlebih dalam masa pandemi COVID-19. Sehingga ketrampilan (skill) yang makin meningkat bisa membuat para ibu lebih berdaya. Melalui keterampilan yang dimiliki menjadikan Perempuan Berdaya Keluarga Sejahtera bisa terwujud”, pungkasnya. (an)