KADIKBUD KOTA MOJOKERTO: ADA 4 TAHAPAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN TATAP MUKA

gambar utama
sekolah yang sudah mnerapkan protokol kesehatan-jen
MOJOKERTO – GEMA MEDIA: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencana diawali pada bulan Maret tahun 2021 ini, ada 4 (empat) tahapan yang harus dilalui. Keempat tahapan tersebut diantaranya, tahap prakondisi pembelajaran, tahap pra pembelajaran, tahap pembelajaran, dan tahap pasca pembelajaran.

Hal tersebut tertuang dalam SE Keputusan Bersama Empat Menteri, antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Meteri Agama, dan Meteri Dalam Negeri, tentang panduan Penyelenggaran Pembelajaran Tatap Muka 2020/2021 di Masa Pandemi.

Hal tersebut disampaikan oleh Amin Wachid Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto terkait dengan persiapan PTM bagi lembaga PAUD,SD, dan SMP di Kota Mojokerto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada senin, 8/2/2021.

“Protokol Kesehatan (Prokes) ketat harus diterapkan, disiapkan sarana prasarana penunjang dalam kegiatan PTM harus siap di setiap sekolah, simulasi prokes sebelum kita lakukan PTM juga akan kita lakukan disetiap tempat pendidikan,” paparnya.

Amin Wachid Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto- foto dok


Dalam penerapan prokes, lanjut Amin sapaan akrabnya, pada tahap pra pembelajaran peserta didik wajib memakai masker tiga lapis, mencuci tangan sebelum memasuki kelas, dan kondisi siswa didik harus dalam kondisi sehat. Guru harus memeriksa suhu tubuh peserta didik dan harus menjaga jarak, saat masuk kelas harus berbaris dan seminimal mungkin bersentuhan dengan peserta didik lain.

Tidak hanya itu, pada tahap pembelajaran di ruang kelas, jarak tempat duduk juga diatur, diruang kelas juga disiapkan peralatan penunjang kesehatan, peserta didik wajib memakai peralatan masing-masing peserta didik, dan guru juga harus mengawasi segala aktifitas peserta didik untuk selalu mematuhi prokes.

“Untuk tahap pasca pembelajaran, ada pengaturan jadwal pulang peserta didik dengan jeda 10 menit antar kelas, dan siswa dilarang berkerumun, dan orang tua akan menjemput siswa di gerbang sekolah,” jelasnya.

Pria kelahiran Sumenep itu menambahkan, setiap proses pembelajaran selesei dilakukan setiap kelas akan dilakukan penyemprotan disinfektan agar kelas tetap bersih dan steril. Pihaknya juga memastikan keputusan tatap muka ini sudah berkomunikasi dengan wali murid terkait akan diberlakukan pembelajaran tatap muka.

“Kita optimistis komite sekolah maupun wali murid setuju penerapan PTM di sekolah karena pembelajaran daring dinilai kurang efektif jika dibandingkan pembelajaran secara langsung tatap muka di sekolah,” pungkasnya. (jen/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: