SEMINAR DIGELAR DINKES KOTA MOJOKERTO PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA

gambar utama
Arahan Wakil Walikota Mojokerto H Achmad Rizal Zakaria-an
MOJOKERTO - GEMA MEDIA - Peringati Hari AIDS Sedunia Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. menyelenggarakan seminar yang diikuti oleh seluruh Lurah di Kota Mojokerto serta kader kesehatan  masyarakat dari setiap lingkungan di Kota Mojokerto,  bertempat di pendopo Graha Praja Wijaya Pemerintah Kota Mojokerto. Kamis, (12/12/2019).

Dalam arahannya Wakil Walikota Mojokerto, H Achmad Rizal Zakaria menyampaikan, dari data yang ada bahwa, proporsi kumulatif kasus HIV yang ditemukan per kelompok umur tahun 2002 sampai dengan Oktober 2019 sebanyak 943. Kelompok umur 25 tahun sampai 49 tahun paling mendominasi, yakni 651 kasus HIV atau sebesar 69 persen. “Stop Stigma negatif tentang ODHA perlu terus disosialisasikan ke masyarakat. Ini cara kita membantu mengakhiri stigma HIV melalui kata-kata dan tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Peserta Seminar Peringati Hari AIDS Sedunia di Pendopo Pemkot Mojokerto-jen


Di kesempatan yang sama dr Farida Mariana selaku narasumber Seminar Peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) 2019. Menuturkan, stigma yang dianggap sebagai fakta acapkali memicu kesalahpahaman hingga berdampak pada pendidikan dan kesadaran tentang ODHA. “Stigma ODHA menyebabkan orang tidak diperlakukan dengan bermartabat dan hormat,” jelasnya. Perubahan cara pandang HIV-AIDS, sambung Farida, bahwa HIV adalah penyakit kronis yg bisa dikelola. Percepatan akan terjadi jika stigma dan diskriminasi telah menurun.

“Sedangkan terkait pencegahan penularan, dilakukan edukasi kesehatan reproduksi remaja, perilaku hidup sehat bagi masyarakat, pendidikan kespro yang tepat di dalam kurikulum pendidikan, peningkatan peran kader kesehatan,” imbuhnya. Lebih dari 70% ODHA bukan dari populasi kunci, dan partisipasi masyarakat adalah kunci dari penurunan stigma dan diskriminasi serta dukungan terhadap ODHA.

Wakil Walikota H Achmad Rizal Zakaria didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan dan Narasumber-jen


Lebih lanjut, Farida menjelaskan,  masyarakat harus terlibat aktif dalam pencapaian 3 zero, yaitu Zero New Infection atau tidak ada infeksi baru HIV AIDS, Zero AIDS Related Deaths atau tidak ada kematian akibat AIDS dan Zero Discrimination atau tidak ada Stigma dan diskriminasi kepada ODHA, pungkasnya. (Jen/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: