Drs. Suprijanto Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan ketika membuka bimtek mewakili Kepala DKPP
MOJOKERTO : (GEMA MEDIA) : Sebanyak 40 orang pelaku usaha pemotongan ayam/penjualan ayam mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis pemotongan unggas yang ASUH (Aman, sehat, utuh dan halal) melalui kegiatan pengembangan Agribisnis Peternakan 2019 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto , hari Selasa, (26/11/2019) bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto , Hal tersebut dilakukan oleh DKPP agar terwujud produk bahan pangan asal hewan khususnya dari unggas yang Asuh ditambah “ berdaya saing “ Ungkap Drs. Suprijanto Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan ketika membuka bimtek mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi.
foto bersama dengan peserta bimtek
Lebih lanjut Suprijanto menyampaikan visi pembangunan yang dicanangkan Walikota Mojokerto yaitu terwujudnya Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil makmur sejahtera dan Bermartabat “. Sedangkan misi ke-4 “ Mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah “. Disinilah daya saing menjadi kunci artinya bahwa produk-produk yang dihasilkan di Kota Mojokerto harus memiliki daya saing dengan wilayah lain dalam hal ini daging unggas.
Oleh karenanya Supriyanto berharap dalam bimtek ini kami mengajak seluruh peserta untuk dapat mewujudkan produk bahan pangan asal hewan, khususnya dari unggas itu yang ASUH yaitu daging ayam yang dihasilkan di Wilayah Kota Mojokerto yang diusahakan peserta sebagai pemiliki usaha jasa pemotongan ayam memiliki kualitas yang baik, lebih-lebih bisa memenuhi standart.Harap Supriyanto.
Drh. Nuria Ulfah dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur menyampaikan materi
"Kami optimis dengan adanya bimtek pemotongan unggas yang asuh ini dapat memotivasi peserta untuk menambah wawasan sebagai bekal peserta dalam menjalani usaha pemotongan hewan unggas , akan menyembelih hewan yang benar yang asuh, jangan sampai terjadi di Wilayah Kota Mojokerto menyembelih ayam yang tidak benar. Setelah bimteki ini peserta bisa mengikuti aturan-atruran menyembelih sesuai aturan agama" Ujar Suprijanto.
Retno Wulandari, S.Pt, Kasi Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis pemotongan unggas yang ASUH mempunyai tujuan untuk memberikan bekal / wawasan kepada pelaku usaha pemotongan ayam / penjualan ayam, agar peserta dapat membekali diri mengerti alur proses pemotongan unggas yang Asuh (aman, sehat, utuh dan halal) sehingga daging yang berkualitas sesuai dengan keinginan konsumen.
Suprijanto sebagai penyelenggara kegiatan diharapkan dalam bimtek yang berlangsung selama sehari menghadirkan 2 (dua) narasumber Drh. Nuria Ulfah dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur bidang kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet ) menyajikan materi tempat pemotongan unggas hygienes untuk produk yang Asuh.
peserta bimtek
Sementara narasumber kedua Sodikin, SH dari UPT Pasar Disperindag Kota Mojokerto selaku Dinas yang mengurusi pasar-pasar di Kota Mojokerto kepada peserta bimtek berpesan bahwa pemerintah Kota Mojokerto pasti ingin mensejahterakan masyarakatnya. Untuk pembangunan tempat pasar ayam tahun 2020 semoga terwujud pasar ayam baru ini diutamakan warga Kota Mojokerto apabila ada warga Kabupaten Mojokerto yang sudah terlanjur bertahun-tahun berjualan di Kota Mojokerto masih tetap diperbolehkan berjualan, sementara untuk penambahan baru yang tidak diperbolehkan. Dan yang penting Kepada peserta ikuti segala peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto termasuk pembayaran restribusi, tempat usaha tidak boleh dikontrakan harus ditempati sendiri dan kepemilikian kios tidak dimonopoli. (yuk).