Dr. Ludy berada di depan sekolah sambil mengamati fasum olahraga buat anak didiknya-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Indonsia yang semakin maju tentu tidak ada anak yang tidak sekolah, apalagi alasan biaya. Demikian juga terhadap anak-anak yang berkebutuhan khusus (ABK). Tidak dipungkiri masih ada orangtua yang merasa malu memiliki anak yang mempunyai kekurangan baik secara fisik maupun psyikis. Misalnya tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa dan kekurangan lainnya. Padahal sesungguhnya setiap umat manusia dilahirkan kedunia ini dengan segala kelebihan dan kekurangan. Namun jika kekurangan itu dipupuk dan dibina akan menjadi suatu kelebihan. Oleh karena itu jangan sampai anak-anak kita yang terlahir dengan berkebutuhan khusus (ABK) dianggap sebagai beban, atau bahkan dipandang sebelah mata. Mereka memiliki kesempatan belajar yang sama. Apapun kondisinya anak adalah titipan Allah yang dipercayakan kepada kita agar dapat merawat dan mendidiknya hinga menjadi anak yang baik dan bisa hidup mandiri serta memiliki hak yang sama dengan anak-anak normal lainnya.
Agus Supriyono dan Suyatno Asesor dari BAN-SM Jawa Timur -an
Dr.H. Ludi Wisnu Wardana,ST.SE.S.Pd.MM pendiri sekaligus ketua Yayasan SLB Thumb Kids School yang beralamatkan di Jl. Grand Site Harya Blok G.No. 8 Surodinawan Kota Mojokerto mengajak warga Kota Mojokerto dan sekitarnya yang memliki anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa sekolah di SLB Thumb Kids School. “Ini adalah tugas kita bersama para pendidik, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha terutama orangtua sendiri untuk menghilangkan stigma bahwasannya ABK akan menjadi beban hidup berkepanjangan”, katanya. SLB Thumb Kids School membebaskan biaya sekolah bagi anak dari keluarga yang tidak mampu, jadi jangan kawatir yang penting anak harus sekolah.
Ide berdirinya lembaga sekolah ini semata sebagai tempat untuk belajar putrinya sendiri salah satunya ABK yang bernama Aqila Adinda Putri Wardana (penyandang ketunaan Tuna Rungu, jantung Bocor dan mata katarak) karena saat itu waktu Ibunya hamil terkena virus rubella. Namun setelah lulus SDLB dan SMPLB, Aqila masuk di sekolah inklusi SMK Negeri Sooko ambil prodi Tata Busana. Aqila pun tak berhenti sampai disini setelah lulus SMK masuk ke perguruan tinggi ambil Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Prodi Tata Busana. Demikian Ludy mengkisahkan kepada reporter Gema Media.
proses akreditasi dua Asesor didampingi tenaga pendidik dan kependidikan-an
Selama 7 (tujuh) tahun berdiri lulusan SLB Thumb Kids ini mampu mengantar alumni sekolah ke jenjang yang lebih tinggi hingga bisa diterima di Universitas Negeri. Ada yang sudah menjadi desainer dan ada juga yang menjadi progremer. Selain mata pelajaran akademik, anak-anak juga diajarkan tentang kegiatan sehari-hari misalnya bersih-bersih rumah, bersih-bersih diri,memasak, olahraga, menjahit, bercocok tanam dan kegiatan lainnya. Para guru yang professional dengan Pendidikan Luar Biasa dan para lulusan S1 dan S2. “Para guru bekerja dengan hati, menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, bersih dan asri dapat berolahraga di fasum yang tersedia.
Kini SLB Thumb Kids School sedang proses Akreditasi oleh Badan kreditasi Nasionan Sekolah Madrasah (BAN SM) Provins Jawa Timur yang dihadiri oleh Asesor Agus Supriyono dan Suyatno.
SLB Thumd Kids Scool menerima siswa baru bagi yang berminat dapat menghubungi Mohamad Roziqin HP.081515663695 dan Indah HP : 085733771588 atau datang langsung ke sekolah yang berada di Grand Surodinawan Estate Blok G/08 Telp (03215) 884765 dan tidak perlu menunggu tahun ajaran baru. (an)