POKDAKAN KOTA MOJOKERTO BUTUH BANTUAN MESIN PELET PAKAN IKAN APUNG

gambar utama
peserta pelatihan melakukan praktik langsung yang dipandu Solikin Ketua Pokdakan Tekun membuat pakan mandiri
MOJOKERTO : (GEMA MEDIA) :  Kelompok Budidaya Ikan ( Pokdakan) Kota Mojokerto , saat ini tengah membutuhkan bantuan mesin pelet ikan apung guna   mengembangkan minat Kelompok Pembudidaya ikan  dan meningkatkan produksi ikan lele , sehingga akan meningkatkan kesejahteraan Pokdakan Kota Mojokerto. Pada saat ini bantuan mesin pembuat pakan ikan yang sudah diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur 1 paket 3 alat yaitu mesin penghancur, mesin pengaduk dan mesin pencetak. Untuk melengkapi cara pembuatan pakan ikan yang baik, Pokdakan  Kota Mojokerto meminta adanya program bantuan mesin pelet ikan apung dari Pemerintah Kota Mojokerto. Pinta Solikin Ketua Pokdakan “Tekun” didampingi Drs. Supriyanto Kabid Peternakan dan Perikanan DKPP Kota Mojokerto  pada acara praktek pembuatan pakan mandiri, Selasa (12/11/2019), bertempat di Halaman rumah Solikin di Kelurahan Blooto Kecamatan Prajurit Kulon.

bantuan mesin pelet ikan apung yang dibutuhkan Pokdakan Kota Mojokerto


Untuk membantu pemberdayaan Kelompok Budidaya Ikan kami sangat ingin memiliki peralatan mesin pelet ikan apung. Menurut Suhartowo S.P, Kasi benih, bibit dan produksi  bahwa permohonan bantuan alat pembuatan pakan ikan  oleh Pokdakan Kota Mojokerto ,  mendapat perhatian Pemerintah asalkan kelompoknya potensial dan pemanfaatan mesin dioptimalkan maka . Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto  bantuan tersebut akan diusulkan ke Pemerintah Kota Mojokerto.

Drs. Supriyanto, Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan  mendorong pembudidaya ikan di Kota Mojokerto  dapat memproduksi pakan ikan mandiri, mengingat pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar yakni hingga sekitar 70 persen.Supriyanto  menyatakan, penggunaan pakan mandiri terbukti mampu menekan biaya produksi minimal 30 persen, sehingga nilai tambah keuntungan pembudidaya ikan naik.
Selain itu, ujar Supriyanto , di sisi lainnya, kualitas produk pakan mandiri juga mampu bersaing dengan pakan pabrikan. Ungkap Supriyanto.

Drs. Supriyanto, Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan mendorong pembudidaya ikan di Kota Mojokerto dapat memproduksi pakan ikan mandiri,


Diakhir kegiatan peserta pelatihan melakukan praktik langsung yang dipandu Solikin Ketua Pokdakan Tekun  membuat pakan mandiri dengan menghitung lebih dahulu bahan-bahan kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan. Bahan baku yang terdiri dari tepung ikan, dedak bekatul, tepung terigu, tepung tapioka , bungkil kedelai, pollar/dedak gandum , tepung jagung, tepung suplemen , tetes dan minyak ikan dan lain-lain. Bahan-bahan yang sudah dihitung dicampur dan peserta jupa praktik   mengoperasikan mesin  dengan  menggunakan mesin pengaduk, mesin penghancur dan mesin  pencetak pakan bantuan dari  Dinas Kelautan dan  Perikananan Propinsi Jawa Timur.

bantuan mesin pembuat pakan ikan yang sudah diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur 1 paket 3 alat yaitu mesin penghancur, mesin pengaduk dan mesin pencetak.


Menurut Solikin kualitas pakan mandiri yang dipraktikkan ini kompetitif dengan pakan pabriakan  karena produk pakan dibuat melalui penerapan prinsip-prinsip cara pembuatan pakan yang baik sehingga produk akan selalu dipercaya masyarakat sehingga akan semakin berkembang, dan suplay pakan yang terjangkau sesuai kebutuhan pembudidaya ikan , maka Pokdakan Kota Mojokerto akan terus mendorong pembudidaya ikan mengusahakan pakan secara mandiri. katanya.(yuk).

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: