Dwi sedang mempraktekan pembuatan pot dari bahan pempers bekas-an
MOJOKERTO- GEMA MEDIA: Sejauh ini sampah Pempers masih menjadi masalah bagi lingkungan . Pempers yang bekas dipakai balita dan orang dewasa adalah kategori bahan berbahaya jika tidak dikelola dengan benar. Sebab mengandung kotoran manusia dan air kencing tidak menutup kemumgkinan banyak bacteri penyakit. Kalau dibuang ke tong sampah jadi masalah bagi tenaga angkut, kalau dibuang ke sungai mencemari sumber air. Sementara belum semua pemerintah daerah menyediakan container tempat penampungan sampah tersebut.
Mengamati permasalahan tersebut, Asosiasi KSM Sanitasi Indonesia (Aksansi ) mengkampanyekan pempers bekas menjadi barang berharga dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Untuk ini Aksansi pusat yang berkantor di Jogja mengadakan pelatihan pembuatan pot Bunga yang terbuat dari bahan bekas pempers tersebut dengan menghadirkan Instruktur dari Kota Batu.
foto bersama paska pelatihan pembuatan pot pempers bekas-an
Dwi Harining Setyowati Ketua Aksansi Daerah yang sekaligus ketua Bank Sampah Kota Batu memberikan pelatihan kepada anggota Aksandi Daerah Jawa Timur yang bertempat di Hotel R.Wijaya Kota Mojokerto, Kamis 24/3/2019.
Dijelaskan oleh Dwi, bahwa bahan baku pempers dibeli dari Bank Sampah dan warga yang sudah dalam keadaan bersih dan wangi layaknya baju yang sudah dicusi bersih. Satu buah pempers kecil dibeli dengan harga 300 rupiah. “Pempers bekas diambil jelinya/kapasnya lalu dicuci dengan sabun sampai bersih kemudian dijemur sampai kering” kata Dwi. Sementara jelinya dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang dicampur dengan tanah.
Pempers bekas yang sudah dalam keadaan bersih dan kering dimasukan kedalam semen yang dilarutkan dengan air dalam kondisi encer. Untuk menghasilkan warga yang cerah bisa ditambahkan kalsium 2 : 10
Setelah cairan semen tersebut merata lalu dilekatkan pada pot plastic sebagai cetakan. Ditumpuk hingga memenuhi cetakan pot tersebut kira-kira 3-4 pempers. setelah dibentuk dengan nilai seni selera kita lalu dikeringkan. Sekitar 3 hari baru kering, namun selama tiga hari tersebut pot tersebut dapat direndam kedalam ember yang sudah berisi air bisa semennya semakin kuat. Setelah dipastikan kuat dan lekat lalu dilepas dari cetakan tersebut. Maka jadilah pot yang sangat kuat dan enteng dibanding pot dari bahan semen atau plastic.
produk pot bunga dari bahan pembers bekas-an
Kelebihan dari pot pempers ini tahan banting dan tahan lama karena bahan bakunya lentur. Apalagi kalau dikasih pewarna cat dengan kreasi yang cantik akan lebih menarik. Inovasi ini baru ini tercipta atas inisiatif Dwi berdasarkan dorongan dari isteri Walikota Batu agar dapat menciptakan inovasi baru dalam mengatasi sampah pempers tersebut.
Setelah melakukan beberapa kali exsperiment akhirnya muncul ide membuat pot bunga, dan dapat juga dibuat monument kuda dan jenis hewan lainnya sesuai selera kita dari bahan yang sama.
Prasetyastuti Purpowardoyo Direktur Aksansi berharap agar, pengalaman mengatasi masalah limbah pempers ini dapat diterapkan di daerah masing-masing agar dapat bermanfaat. Kalau di Batu pot pempers ukuran sedang dijual dengan harga 10 ribu rupiah/buah pot. (an)