dari kiri : Radi dan Ruslan Instruktur pelatihan Ecobrik di TPA Randegan-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Permasalahan sampah plastic masih menjadi momok bagi pemerintah. Mengingat sampah plastic sangat sulit hancur sampai dengan ratusan tahun. Oleh kerana itu berbagai upaya dilakukan agar dapat mengeliminasi sampah plastic yang hampir tidap hari diproduksi oleh manusia. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto adalah menggelar pelatihan ecobrik dalam program Sosialisasi pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga.
Marjuki Staf Kebersihan pada DLH Kota Mojokerto menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi sekaligus pelatihan ini adalah untuk Memotivasi warga binaan bank sampah cabang dalam memilah Sampah dan mengurangi sampah dari sumbernya. Selain itu, membantu program pemerintah dalam mengurangi sampah rumah tangga dan sejenis Sampah rumah tangga tahun 2019 sebesar 20%.
peserta pelatihan Ecobrik di TPA Randegan-an
Dengan pelatihan ecobrik ini diharapkan dapat mengurangi Sampah plastic, yaitu memasukan sampah plastik ke dalam botol bekas air mineral bisa dengan ukuran 600 ml atau dengan ukuran yang lebih besar lagi. Caranya plastic pembungkus dari berbagai sachet misalnya bekas bungkus minyak goreng, bekas bungkus sampo, bekas bungkus kopi dan kresek bekas dipotong-potong kecil kemudian dimasukkan botol dan ditekan-tekan dengan kayu sampai padat diisi hingga penuh. Untuk dibuat meja perlu 20 – 30 botol ukuran besar dan kalau botol kecil bisa menyesuaikan tergantung ukuran yang kita perlukan. Agar lebih menarik botol yang sudah jadi ecobrik dilengketkan dengan lem. Kalu sudah menyatu dan terbentuk dibuatkan sarung atau pembungkus dari kain sesuai selera kita.
“saya kira sangat mudah bisa dilakukan oleh ibu-ibu saat memasak di dapur setiap ada plastic bisa langsung dimasukkan setiap hari lama-lama jadi padat dan tidak perlu membuang sampah plastic ke tempat sampah” kata Marjuki saat mendampingi pelatihan.
Marjuki saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan ecobrik-an
Hal yang sama juga disampaikan oleh Bagus Muktio Direktur Bank Sampah Induk (BSI) bahwa, dengan pelatihan pengelolaan sampah salah satunya dengan ecobrik ini menjadikan sampah dari polusi menjadi solusi. Plastik yang kita pilah dan masukkan kedalam wadah yaitu botol plastik kemudian disusun sesuai keinginan menjadi sesuatu yg menarik serta lebih sehat. “Sampah plastik yang semua sulit terurai dapat dimanfaatkan untuk kursi, meja dan sofa. Sampah plastic yang berkurang dapat mengurangi pencemaran lingkungan”terangnya.
Pelatihan yang berlangsung di TPA Randegan senin, 15/7/2019 kali ini, diikuti oleh perwakilan Bank Sampah se-Kota Mojokerto secara bertahap. Adapun untuk Instruktur dari Fasilitator Bank Sampah yang sudah terlatih sebelumnya. Untuk kali ini Instruktur dipercayakan kepada Radi Fasilitator dari Kauman dan Ruslan Fasilitaror dari Kranggan, tambah Bagus yng juga ketua Bank Sampah Setunggal Kelurahan Surodinawan. (an)