PEMKOT MOJOKERTO GELAR SHOLAT TERAWIH BERJAMAAH DI MUSHOLLA RUMAH DINAS WALIKOTA

gambar utama
M. Patriya Yudha, S.pd, guru SDN Kedundung dengan taushiyah Ramadan
Mengawali Ramadhan 1440  Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengadakan shalat Taraweh berjamaah di Musholla rumas Dinas Walikota Mojokerto, jalan hayam wuruk,mulai awal ramadhan sampai akhir ramadhan 1440 hijriah. Jamaah shalat Tarwih berasal dari jajaran OPD  Pemkot Mojokerto  dan masyarakat umum. Tujuannya untuk menjalin ukhuwah Islamiyah antara pemerintah kota dengan jajarannya beserta masyarakat Kota Mojokerto.

Untuk shalat Taraweh yang  diagendakan hari Selasa (7/5/2019)  dipimpin M. Patriya Yudha, S.pd, guru SDN Kedundung dengan  taushiyah Ramadan menyerukan "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu (ayyam ma'duudaat)" (QS al-Baqarah [2]: 183-184).Kalimat ayyaam ma'duudaat memiliki arti 'beberapa hari.' Kemudian, diperjelas oleh hadis Nabi SAW bahwa kewajiban puasa berlaku sebulan penuh.

Jamaah shalat teraweh


Rasulullah SAW memberikan semacam acuan batin bagi pelaku puasa, untuk menjadikannya puasa berdampak positif bagi pribadi dan lingkungan. "Puasa adalah perisai. Jika kamu puasa, jangan berkata keji dan jangan bertindak bodoh. Jika seseorang menantangmu atau mencacimu, ucapkanlah, 'Aku sedang berpuasa'"(HR Malik).

Puasa adalah perisai yang melindungi pelakunya dari ucapan dan perbuatan jahat. Orang yang berpuasa semestinya berperilaku baik dan toleran.Alangkah bijak sikap orang yang beriman jika mengamalkan kebaikan-kebaikan sosial seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Bukankah puasa diwajibkan agar pelakunya menjadi sosok yang bertakwa. Demikian juga Negara kita yang baru saja melaksanakan pemilu diharapkan pemilu yang sudah terlaksana jangan sampai merusak ibadah. Apapun yang dihasilkan pemilu itu yang terbaik bagi kita semua. (yuk).

 

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: