NIING ITA AJAK WARGA LESTARIKAN BUDAYA TRADISIONAL "RUWATAN DESA"

gambar utama
Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari, SE memotong Gunungan / tumpeng selesei di kirab-ron
MOJOKERTO  - (GEMA MEDIA) - Laju modernisasi  di era serba digital ternyata tak membuat sebagian kampung di Kota Mojokerto menghilangkan tradisinya, sebut saja di di lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Lingkungan pinggiran yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang ini menggelar Ruwatan dusun/Sadran (Sedekah bumi). Beberapa prosesi seperti Kirab Gunungan (tumpeng raksasa) dan arak-arakan kesenian tradisional juga digelar pada acara tersebut, yang di tutup potong tumpeng dan do'a bersama, Kamis (24/04/2019).

Gunungan dikirab keliling lingkungan Kemasan dan berakhir di pemakaman leluhur/sesepuh yang di skralkan oleh warga lingkungan Kemasan. Ruwatan dusun tersebut juga dihadiri oleh Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata, serta kepala OPD yang lain, serta komunitas adat jawa dan Masyarakat lingkungan Kemasan.

Warga kemasan mendengarkan sambutan Walikota Mojokerto-jen


Pada kesempatan tersebut, Walikota yang akrab disapa Ning Ita mengikuti prosesi potong tumpeng/gunungan yang di Kirab keliling lingkunagan Kemasan.  Dalam sambutannya Ning Ita, menjelaskan bahwa kegiatan ruwatan ini harus terus dilestarikan, karena mengandung unsur agama dan kebudayaan, yang mana menjadi salah satu bentuk rasa syukur rejeki dan salah satu bentuk menghormati leluhur.

"Saya berharap kegiatan seperti ini terus di lestarikan dan diuri-uri (istilah Jawa dihidupkan) karena ini salah satu bentuk rasa syukur kita dan menghormati para leluhur," tegasnya. Pada kesempatan itu, Ning Ita juga mengungkapkan, bahwa pejabat desa harus bisa melayani rakyatnya dengan baik. Sama halnya dengan Walikota dan Wakil Walikota yang dipilih oleh rakyat, maka harus bisa melayani rakyatnya dengan baik. "Pemerintahan merupakan pelayanan, pejabat desa harus bisa melayani rakyatnya dengan baik. Pejabat harus bisa dekat dengan rakyatnya, karena semua harus sama," ujarnya.

"Kami ingin 5 tahun ke depan tidak ada rakyat yang mengeluh soal pelayanan dan infrastruktur, karena tugas pemerintah harus bisa melayani dengan baik. Sebab, infrastruktur merupakan hal terpenting bagi masyarakat. Untuk itu harus ada perbaikan infrastruktur di setiap daerah yang membutuhkan perbaikan," ungkapnya.

Ning Ita juga berharap lewat ruwatan ini lingkungan kemasan bisa menjaga kerukunan antar warga. Terlebih antar umat bergama di tengah suhu Politik yang memanas, harus bisa mewujudkan kedamaian tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika.

Mari bersama-sama dengan pemerintah membangun Kota Mojokerto karena dengan tidak adanya dukungan dari rakyat tidak mungkin pemerintahan itu bisa baik. "Keberhasilan suatu desa tidak lepas dari peran masyarakat. Adanya kerjasama yang baik antara pemerintah  dengan masyarakat, Insyaallah segala program akan terlaksana dengan baik menuju Kota Mojokerto yang mandiri, berdaya saing dan bermartabat," ujarnya. (jen/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: