Berita hoax Dapat Menyesatkan Generasi Muda oleh karena itu anak-anak harus mampu melawan. Ini Kata Walikota Mojokerto

gambar utama
Foto bersama Walikota, Kadiknas serta tenaga pendidik dan kependidikan-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Bahaya berita Hoax yang beredar saat ini, Walikota Mojokerto Hj.Ika Puspitasari, SE tidak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh warga utamanya pelajar agar mampu melawannya.  Hal itu disampaikan oleh Ning Ita, sapaan akrab Walikota bahwa berita hoax dapat memecah belah NKRI.

Ning Ita juga menyambut gembira dengan kegiatan doa bersama dan peringatan Isro’ Mi’roj yang diselenggarakan oleh SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto, pada sabtu 30/3/2019. Menurut Ning Ita, Do’a memegang posisi yang sangat penting terlebih lagi bagi anak-anak yang sedang menghadap ujian.  “Kalian jangan hanya mengandalkan belajar, Iktiar harus diimbangi dengan Do’a” katanya. Do’a dan Restu orangtua merupakan dorongan buat kita sukses. Kesuksesan tidak bisa kita peroleh secara instan, akan tetapi melalui proses, belajar dan berdo’a secara istiqomah.

pemain Banjari SMPI Brawijaya saat menyambut kehadiran Walikota Mojokerto-an


Pemkot Mojokerto  sudah menyediakan anggaran untuk pendidikan minimal 20 % sesuai dengan ketentuan undang-undang.  Fasilitas gratis juga masih diprogramkan oleh Pemkot Mojokerto seperti, Angkutan Gratis, SPP gratis, Seragam Gratis, kedepan fasilitas gratis ini bukan hanya sekolah Negeri akan tetapi juga sekolah swasta. Dihadapan wali murid dan 600 murid, Walikota mengajak anak-anak agar mampu memerangi berita Hoax. “Ibu yakin, sekolah yang berbasis Agama ini mampu menghadapi tantangan2 yang berbau radikalisme” Tegas Walikota yang muda dan enerjik ini.

Masalah berita hoax juga disinggung oleh Ustadz Muzakki saat memberikan Mauidhotul Hasanah kepada siswa siswi SMP Islam Brawijaya. Menurut Ustadz, anak-anak jangan gampang share sana, share sini yang belum tahu kebenarannya. Sebab penyebar berita hoax alias bohong bisa terkena sanksi pidana.  Untuk itu kepada anak-anak lebih giat mencari ilmu yang akhlakul kharimah, mencari ilmu  jangan mengecewakan guru, jangan menyakiti guru agar ilmu yang didapat lebih bermanfaat.  Ustadz muda dan ganteng ini, juga menyampaikan kisah perjalanan Nabi Muhamad SAW sewaktu perjalanan dari Masjidil Haram Mekkah menuju  Masjidil Aqso Madinah hingga  ke Sidrotul MUntaha atau langit ketujuh yang akhirnya membawa berita solat.

siswa siswi SMP Islam Brawijaya saat mendengarkan Mauidhotul Hasanah,an


Terkait kependidikan di SMP Islam Berwijaya, KH.Halim Hasyim ketua Yayasan Sabilul Mutaqin menyampaikan bahwa, sebagaimana komitmen bersama SMP Islam Brawijaya mendidik dengan hati. Prinsip SMP Islam Brawijaya tidak ada anak yang tidak dapat disekolah ini. Bagaimanapun kondisi anak itu, senakal apapun tetep kita bina untuk menjadi lebih baik.  Ada tiga amalan yang tidak terputus pahalanya yaitu Sodaqoh Jariah, Do’a Anak Soleh dan Ilmu yang bermanfaat.

Sebagai lembaga pendidikan, ikut merasa bangga karena para Alumni SMPI banyak yang berhasil menjadi orang sukses.  Ada yang menjadi TNI/Polri,  pejabat pemerintahan, ada juga yang jadi wartawan, para ustadz apalagi modin banyak sekali, terang Aba Halim ini.

Suksesnya kegiatan Doa bersama dan peringatan Isro’ Mi’roj ini tidak lepas dari dukungan para orangtua dan seluruh siswa. Disampaikan oleh Hj. Atik Salamah, S.Pd, M.Pd.I Kepala SMPI Brawijaya atas dukunagn dan partisipsinya untuk suksesnya acara ini.  Kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan pada anak-anak untuk bersosial dan peduli sesama.  Dengan kegiatan ini semoga dapat mendorong anak-anak lebih semangat lagi dalam belajar, pungkasnya. (an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: