Mods May Day, Fun Riding Mas Pj Bersama Scooterist Menikmati Indahnya Kota Mojokerto

gambar utama
Pj. Wali Kota Mojokerto bersama para pecinta vespa saat mods may day (9/5) - dok. Prokopim
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Pada Kamis Kamis (9/5/2024) sore, nampak Ratusan Scooterist berkeliling Kota Mojokerto. Mulai dari Alun-alun Wiraraja dan berakhir salah satu kafe yang ada di Kelurahan Meri, Kota Mojokerto. Dalam rombongan scooterist tersebut juga tampak
Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuhro serta Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto.


Mas Pj sapaan akrab Ali Kuncoro memberikan apresiasi atas kekompakan serta ketaatan para scooterist dalam berlalu lintas.“Alhamdulillah acara berlangsung dengan baik, panitianya keren, partisipasi klub-klub scoter di sekitar Mojokerto juga banyak, dan semua
berkendara secara tertib,” kata Mas Pj yang pada sore kemarin mengenakan setelan jas dan celana jeans.

Semangat dan kompak luar biasa Fun Riding Mas Pj Bersama Scooterist -dok.prokopim



Mas Pj menambahkan fun riding pada sore kemarin memberikan kesan positif pada scooterist dan memungkinkan akan diselenggarakan kegiatan serupa di masa yang akan datang.“Pak Kapolres Mojokerto tadi juga bilang akan diselenggarakan lagi di Kabupaten mojokerto dalam jumlah yang lebih besar,” pungkasnya.


Hendra selaku ketua penyelenggara Mods May Day menyampaikan kegiatan ini moment untuk berkumpulnya para pecinta vespa sekaligus memperingati hari buruh karena banyak pecinta vespa di Mojokerto merupakan buruh pabrik.
“Mods May Day temanya mengajak buruhuntuk berpesta pada bulan Mei, karena banyak sekali teman-teman kami adalah buruh. Kemarin kami juga mengajak buruh untuk berpenampilan keren seperti memakai jas padahal sehari-hari mereka tidak pernah memakai
pakaian seperti itu,” terang pecinta vespa sejak di bangku kuliah ini.


Fun Riding Mas Pj Bersama Scooterist sore hari menikmati indahnya Kota Mojokerto-dok.prokopim


Hendra juga mengungkapkan bahwa melalui Mods May Day banyak stigma negatif yang ingin dihilangkan. Seperti kendala perizininan dari pemerintah maupun kepolisian serta adanya vespa rosok yang digunakan dalam berkendara.

“Terima kasih, Bro Ali juga sangat mendukung acara ini, kepolisian juga tidak perlu khawatir jika ada vespa rosok, karena semakin original sebuah vespa maka semakin mahal,” pungkas guru hononer di SMP 2 Mojosari ini. (law/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: