Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Tim Depeko dan Tripartit, Wali Kota Sayangkan Ada Industri Gulung Tikar

gambar utama
Wali Kota Mojokerto menyapa Tim Depeko dan LKS Tripartit-jen
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyayangkan adanya salah satu pabrik rokok yang terpaksa harus ditutup disaat pemerintah tengah berupaya menurunkan jumlah pengangguran. Hal tersebut ia sampaikan saat pembinaan dan evaluasi kinerja Tim Dewan Pengupahan Kota (Depeko) dan Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Kota Mojokerto di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat pada Kamis (7/9/2023).



“Saya terus terang sebagai kepala daerah merasa sangat prihatin ada perusahaan rokok yang harus gulung tikar ini sejatinya bagi saya selaku kepala daerah sudah mencoba mengikhtiarkan agar ada investor yang berkenan, berminat untuk melakukan restrukturisasi,” tuturnya.



Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dengan ditutupnya salah satu pabrik rokok yang cukup besar di Kota Mojokerto tersebut tentunya akan berakibat bertambahnya jumlah pengangguran di saat pemerintah tengah berupaya menurunkan angka pengangguran terbuka pasca pandemi covid-19.



“Sangat disayangkan kalau di tengah kondisi kita harus berjuang menunkan angka tingkat pengangguran terbuka, di sisi berbeda ada perusahaan yang lumayan memiliki jumlah pekerja dan ini harus ditutup atau tidak lagi melanjutkan usahanya di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita sapaan akrab wali kota

Selain berdampak pada meningkatnya angka TPT, penutupan pabrik rokok juga berimplikasi berkurangnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sehingga Pemerintah Kota Mojokerto tidak lagi dapat mengalokasikan dana bagi para buruh pabrik rokok yang masih ada, apalagi di Kota Mojokerto ini juga tidak ada petani tembakau yang berkaitan dengan DBHCHT.

“Tahun ini sejatinya kami sudah mengalokasikan anggaran untuk diberikan kepada para buruh pabrik rokok, namun ternyata tidak diperbolehkan, karena pabrik rokok di Kota Mojokerto sudah dianggap tidak beroperasi sejak tahun sebelumnya,” terang wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.



Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto akan terus mendorong pertumbuhan UMKM ditengah menurunnya jumlah industri yang ada.
Industri di Kota Mojokerto sangat terbatas, maka ke depan pemerintah akan senantiasa mendorong tumbuhnya UMKM, karena Insyaallah dengan berfokus pada UMKM ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto.


Audiensi, Wali Kota Mojokerto memberikan arahan kepada Tim Depeko dan Tripartit-jen



“Dengan bertumbuhnya UMKM Ning Ita juga berharap akan mengurangi jumlah pengangguran di Kota Mojokerto. Kita dorong masyarakat kita untuk menjadi wirausaha bukan lagi mencari pekerjaan. Karena memang faktanya lowongan pekerjaan yang tersedia di Kota Mojokerto ini bisa dikatakan sangat terbatas, jadi bagaimana masyarakat bisa menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri atau kalau bisa juga menyediakan pekerjaan bagi orang lain dengan membuka usaha atau menjadi wirausaha,” imbuhnya.



Turut hadir bersama Ning Ita pada pertemuan ini antara lain Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Praseto dan Plt. Kepala DPMPTSPNaker Moh. Zaini. (law/an)

Bagikan berita ini:

Berita Terkait: