IPM Kota Mojokerto Masuk Kategori Sangat Tinggi, Pemanfaatan Anggaran Tepat Sasaran Kunci Pembangunan SDM Berkualitas

gambar utama
Dok - Humas Kota Mojokerto



Kota Mojokerto – Pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran menjadi salah satu kunci keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto yang mencapai 82,35, masuk kategori sangat tinggi melampaui IPM Provinsi Jawa Timur yang sebesar 76,13 dan menempatkan Kota Mojokerto di peringkat keenam tertinggi di Jawa Timur 


Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya serapan anggaran, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat.


"Anggaran pemerintah bukan sekadar dihabiskan, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas hidup masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan adalah dampaknya bagi masyarakat," kata wali kota yang akrab disapa Ning Ita.


Menurut Ning Ita, peningkatan IPM merupakan bukti dari komitmen pemerintah dalam mengarahkan APBD pada sektor-sektor yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia, yakni pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli masyarakat (ekonomi).


"IPM menjadi indikator keberhasilan pembangunan dari aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat," jelasnya.


Di bidang pendidikan, Pemkot Mojokerto terus memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Sementara pada sektor kesehatan, pemerintah memperkuat fasilitas, meningkatkan mutu layanan, serta memperluas jaminan kesehatan bagi masyarakat. Adapun pada sektor ekonomi, berbagai program pemberdayaan UMKM, perluasan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kompetensi masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan daya beli.


Ning Ita menegaskan bahwa seluruh kebijakan penganggaran disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan menerapkan prinsip efektif, efisien, transparan, serta akuntabel.


"Setiap program harus memberikan manfaat yang dapat diukur. Itulah esensi penganggaran berbasis kinerja yang terus kami terapkan," tegasnya.


Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pembangunan Kota Mojokerto agar kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat terus meningkat.


"Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis kualitas hidup masyarakat Kota Mojokerto akan terus meningkat dari tahun ke tahun," pungkasnya.


Capaian IPM sebesar 82,35 menjadi bukti bahwa pengelolaan APBD yang berorientasi pada pembangunan manusia telah berjalan efektif dan menjadi fondasi bagi terwujudnya Kota Mojokerto yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera. (Humas) 

Bagikan berita ini:

Berita Terkait: