Jelang Pembangunan Wisata Bahari Mojopahit, Wali Kota Mojokerto Lakukan Studi Pengelolaan Pariwisata

gambar utama
Wali Kota Mojokerto menyerahkan cinderamata untuk Bupati Berau-zan
Kabupatrn Berau-Gema Media:Tahun ini Pemerintah Kota Mojokerto mendapatkan DAK dari pemerintah pusat untuk pembangunan pariwisata tematik integratif yaitu Wisata Bahari Mojopahit yang juga merupakan pendukung KSPN Trowulan. Untuk itu selain fokus pada peningkatan SDM pariwisata, Pemerintah Kota Mojokerto juga mengkaji pengelolaan pariwisata di daerah lain.



Pada Minggu, (26/2/2023) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran melakukan studi pengelolaan pariwisata ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Rombongan diterima oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Rumah Jabatan Bupati Berau, Jalan Milono Kelurahan Karang Ambun Kecamatan Tanjung Redeb, Berau.



"Kami mengupayakan bagaimana mendapatkan DAK Pariwisata. Dan itu sudah masuk dalam Perpres 80 Tahun 2019 untuk alokasi wisata bahari majapahit. Disitulah kami berupaya melihat bagaimana pengelolaan sektor-sektor pariwisata di berbagai daerah yang ada di Indonesia," kata Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.



Suasana kunjungan kerja Wali Kota Mojokerto dan rombongan di Kabupaten Berau-zan


Lebih jauh Ning Ita menyampaikan bahwa pada dasarnya di Indonesia banyak tempat-tempat pariwisata tidak kalah bagus dengan destinasi pariwisata dunia, namun tidak banyak dikenal oleh masyarakat.

"Selama ini yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia hanya Bali, padahal sejatinya yang jauh lebih indah dari bali itu banyak sekali. Mungkin disini salah satunya adalah promosinya yang kurang, sehingga kita sendiri sebagai warga bangsa ini juga belum begitu mengenal kalau di Indonesia memiliki potensi yang banyak sekali," terangnya.

Ia menambahkan meskipun di Kota Mojokerto wisata alam bukan merupakan sektor unggulan, namun untuk pengelolaan pariwisata, Kabupaten Berau layak untuk menjadi rujukan.


"Wisata alam memang tidak ada di Kota Mojokerto, kami berharap dari sana bisa menjadi satu inspirasi bagi kami untuk mengelola potensi pariwisata yang memang jelas berbeda. Serta bisa jadi penguat bagaimana berbagai sektor khususnya masyarakat ini bisa bergerak lebih aktif menjadi tuan rumah ketika sebuah daerah ini menjadi daerah unggulan pariwisata," tutur Ning Ita.



Dalam kesempatan ini, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa Berau merupakan daerah dengan objek wisata terbanyak di Kalimantan Timur, oleh karenanya ia pun terus berupaya untuk meningkatkan potensi pariwisata yang ada.



"Kabupaten Berau merupakan daerah yang paling banyak potensi wisatanya di Kalimantan Timur, sehingga ami merasa berkewajiban untuk meningkatkan potensi tersebut, sehingga ke depan ketika IKN benar-benar terwujud Berau merupakan salah satu pilihan untuk pejabat-pejabat daerah untuk berlibur dan berwisata," harapnya.


Turut hadir bersama Ning Ita dalam studi pengelolaan pariwisata ini adalah Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto, Kepala BPN Kota Mojokerto Dekasius Sule, dan Sekda Kota Mojokerto. (law/an)

Bagikan berita ini:

Berita Terkait: