Wujudkan Pembangunan Inklusif Gender, Wali Kota Mojokerto Dorong Peran Perempuan di Berbagai Lini

gambar utama
Wali Kota Mojokerto didampingi Kadinsos Pa, dan narasumber-yor
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA; Tidak sedikit program di Kota Mojokerto yang menyasar para ibu dan perempuan pada umumnya. Hal tersebut menunjukkan upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif. Artinya baik laki-laki ataupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk bisa berperan dalam pembangunan daerah.


“Saya sebagai perempuan tentu ingin kaum saya memiliki keterlibatan secara aktif di berbagai sektor kehidupan. Selama kita memiliki kompetensi, maka kenapa tidak?,” ungkap Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari menutup Seminar Peran Serta Perempuan dalam Pembangunan di Sabha Mandala Madya Kantor Pemkot Mojokerto, Kamis (24/11).


Pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut dapat dibuktikan dengan kemunculan perempuan sebagai pemimpin, baik skala kecil di tingkat bawah atau bahkan setingkat kepala daerah dan menteri. Di Kota Mojokerto, program-program pemberdayaan dengan sasaran perempuan juga terbilang sukses.


Seperti Program Inkubasi Wirausaha yang telah melahirkan ribuan wirausaha baru perempuan, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) yang semakin meneguhkan peran perempuan dalam ketahanan pangan. Sehingga, menyebut perempuan sebagai kaum kelas dua merupakan suatu penilaian yang keliru.



Wali Kota, Kadinsos dan Narasumber foto bersama-yor


Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengingatkan bahwa peran perempuan dalam pembangunan tidak melulu dilihat dari representasi perempuan dalam ruang publik.


"Bukan berarti kemudian sebagai ibu rumah tangga itu tidak produktif. Justru itu suatu pekerjan yang sangat mulia, karena kita bisa fokus menghantarkan calon generasi penerus bangsa untuk bisa menjadi generasi yang berkualitas di masa depan," tegas Ning Ita.


Sehingga tidak sepatutnya untuk meremehkan perempuan yang berfokus menjadi ibu rumah tangga. Terlebih jika melihat peran perempuan yang sering disebut sebagai tempat pendidikan pertama dan utama bagi para putra-putrinya atau disebut Al-Ummu madrasatul ula. (EL/an)

Bagikan berita ini:

Berita Terkait: