Malam Tirakatan, Guyub Rukun Warga Kota Mojokerto

gambar utama
Ning Ita bersama suami Supriyadi Karima Saiful menghadiri tasyakuran hari jadi ke 104 Kota Mojokerto-na
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh warga Kota mojokerto untuk merayakan hari jadi adalah malam tirakatan. Pada malam ini biasanya warga berkumpul dan berdoa bersama-sama. Sebagaimana yang dilakukan oleh warga RW 2 Miji Baru, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur.



Pada Minggu (19/6) malam, warga RW 2 Miji Baru bersama-sama berkumpul di Masjid Al Ikhlas Miji Baru III. Setelah dua tahun pandemi, wargapun sangat antusias untuk menyelenggarakan malam tirakatan, terutama dengan bergabungnya wali kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama suami Supriadi Karima Saiful.


Ning Ita memberikan hadiah kepada anak-anak yang berhasil menghafal surat-surat pendek-na



Malam tirakatan yang digelar oleh warga RW 2 ini tidak mengenal perbedaan, terutama yang berkaitan dengan agama maupun suku. Meskipun bertempat di masjid warga yang beragama non muslimpun bersedia memeuhi undangan ini dari takmir masjid.
“Pada malam hari ini yang saya undang itu bukan yang muslim thok, non muslim juga hadir. Karena tasyakuran itu milik warga bukan hanya milik orang muslim, tapi bagi semua warga,” kata ketua RW 2, Miji Baru Totok Sucahyanto.



Bentuk kebersamaan dan kegotong-royongan tidak hanya dalam menyiapan tempat. Hal tersebut juga tampak dalam menyiapkan hidangan. Sebagaimana dikatakan oleh Rika, warga RT 2 Miji Baru bahwa makanan untuk untuk tasayakuran hari ini dibawa oleh setiap warga dan diberikan untuk warga.

“Untuk malam tirakan masing-masing orang membawa nasi kotak sesuai dengan kemampuan masing-masing. Biasanya bawa dua buah nasi kotak, tapi ada juga yang membawa lebih dari dua atau tidak membawa sama-sekali,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa nasi-nasi kotak tersebut akan dikumpulkan ke panitia dan dibagikan secara acak bagi warga saat malam tirakatan.



Suasana kebersamaan ini tentu mendapat apresiasi dari Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari yang hadir bersama suami Supriadi Karima Saiful. “Terimakasih atas kondusifitas, khususnya di lingkungan Miji Baru RW 2 ini. Panjengengan meskipun berbeda agama, berbeda latar belakang, berbeda suku tapi panjengengan rukun kompak. Ini bukti kenapa saya mendapatkan penghargaan, satu-satunya di Jawa Timur. Namanya adalah Harmony Award dari Kementerian Agama.” jelas wali kota yang kerap disapa Ning Ita ini.


Guyup rukun warga mengadakan tasyakuran dalam rangka hari jadi ke 104 Kota Mojokerto-na



Dalam kesempatan ini pula Ning Ita menitipkan doa, agar dalam disetiap doa ada nmunajat ditujukan untuk Kota Mojokerto. “’Saya titip dalam berdoa dalam bermunajat mohon untuk selalu didoakan agar Kota Mojokerto ini semakin maju kotanya, juga semakin sejahtera warganya dan seluruh pemimpin baik wali kota, Kapolresnya, Dandimnya, Kajarinya, Ketua DPRD nya dan jajaran yang dibawahnya semua diberikan kekuatan dalam mengemban amanah dan khusnul khotimah,“ pinta Ning Ita.



Selain mengikuti doa bersama, Ning Ita juga membagikan susu bagi anak-anak yang berhasil menghafalkan surat-surat dalam al quran. Turut hadir bersama Ning Ita adalah Kastpol PP Modjari Camat Kranggan Rachmi Wijajati (na/an)

Bagikan berita ini:

Berita Terkait: