Ning Ita saat membeber kain batik hasil karya kelompok "Enggal Karya"-Jen
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Program inkubasi wirausaha yang digagas oleh Pemerintah Kota Mojokerto melalui Diskopukmperindag, sebagai salah satu upaya memulihkan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19 mulai menunjukkan buah manis.
Pengakuan tersebut kali ini datang dari kelompok inkubasi wirausaha batik “Enggal Karya”, yang beranggotakan 8 ibu rumah tangga di Lingkungan sekitar Surodinawan Gang 5, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurikulon,
“Kemarin kan waktu awal pandemi kita itu serba sulit, pemasarannya sulit, beli kebutuhan bahannya juga sulit. Tapi, setelah ikut inkubasi terasa sekali ada kemajuan,” tutur Kurnia Sundari, selaku ketua kelompok inkubasi.
Ning Ita foto bersama kelompok "Enggal Karya" dengan menampilkan produk batik lainnya-Jen -Jen
Sosok perempuan berusia 45 tahun tersebut menceritakan lebih lanjut bahwa selain mendapat pelatihan dan pendampingan, ia dan kelompoknya juga menerima bantuan permodalan. “Ini kita juga dapat bantuan alat batik dan kain. Jadi setelah tahu ilmunya kami langsung bisa produksi. Dibantu juga info-info pemasaran. Jadi memang sudah ada hasilnya,” ungkapnya.
Para anggota kelompok inkubasi wirausaha tersebut diketahui mulai mendapat pelatihan sejak pertengahan tahun 2021. Berikutnya sejak Desember tahun lalu, mulai terbentuk kelompok wirausaha dengan nama tersebut atas prakarsa dan bantuan dari Kelurahan Surodinawan dan Diskopukmperindag Kota Mojokerto. Kelompok "Enggal Karya" menunjukkan hasil karyanya-Jen
Saat ini, tiap anggota kelompok tersebut telah mampu memproduksi 3-6 helai kain setiap bulannya dan telah dilirik utamanya oleh pasar lokal. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pun turut mengapresiasi produksi batik kelompok tersebut.
“Ini sudah bagus, rapi, dan memang layak untuk dipasarkan lebih luas. Ini bisa jadi jujugan untuk wisatawan yang ke Kota Mojokerto. Produknya bagus dan harganya juga terjangkau,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita saat mengunjungi langsung tempat produksi batik di Surodinawan Gg 5, No. 68 RT. 07 RW. 02 dalam agenda rutinan Jumat Barokah, Jumat (4/3/2022).
Sundari juga menceritakan pada sosok nomor satu di Kota Mojokerto itu bahwa usaha yang dijalaninya bersama rekan-rekannya telah membantu menambah pemasukan bagi rumah tangga mereka. Kedepan, ia dan rekannya berharap tetap mendapat perhatian dari Pemerintah.
“Tentu, kita butuh bantuan dari instansi pemerintah, entah pemasaran ataupun permpodalan, agar kedepan bisa semakin berkembang dan membantu lebih banyak warga lagi,”pungkasnya. (EL/an)