BNN talk show bersama ketua OSIS SMP SMA se-Kota Mojokerto-Jen
Kota Mojokerto- GEMA MEDIA : Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto menggandeng 30 Ketua OSIS SMP dan SMA se-Kota Mojokerto dalam Talkshow Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Selasa (8/2).
Narasumber dalam talk show kali ini Nur Fahita, S.KM Penyuluh Narkoba Ahli Muda pada BNN Kota Mojokerto dan Hannia Perwitasari, M.Psi., Psikolog Balai Konseling anak dan remaja.
Dalam uraiannya Fahita menyampaikan materi tentang Penerapan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pendidikan. Diantaranya kondisi kerawanan dan bahaya narkoba, program-program BNN yang dilaksanakan di lingkungan Pendidikan khususnya sekolah SMA dan SMA sederajat.
“Upaya P4GN bisa dilakukan oleh semua unsur yang ada di sekolah termasuk OSIS sebagai suatu organisasi siswa di sekolah,” terangnya. Melalui talk show kali ini, ia berharap dengan OSIS, sekolah dapat lebih berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan P4GN.
Nur Fahita Narasumber dalam agenda talk show-Jen
Sementara itu Narasumber kedua Hannia Perwitasari menyampaikan tentang Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba. Yang dimaksud ketahanan diri anti narkoba menurutnya adalah Kemampuan individu untuk mengendalikan diri, menghindar dari dan menolak segala bentuk penyalahgunaan Narkoba. “Tiga dimensi dalam ketahanan diri remaja anti narkoba ada self-regulation, assertiveness, dan reaching out,” cetusnya.
Dialog interaktif peserta dengan narasumber-Jen
Diharapkan para remaja bisa lebih mengatur emosi, meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga dan orang tua, serta berani menerima tantangan untuk bisa dihadapi dengan sikap yang positif.
Secara virtual, Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi, SH. MSi menyampaikan pesan, agar generasi muda bisa lebih waspada dan ikut berperan aktif dalam perang melawan Narkoba.
“Jadilah generasi yang sehat dan cerdas sehingga bisa menjadi pribadi yang tangguh terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkasnya. (jen/an)