Wali Kota Mojokerto bersama anggas Rudi Siahaan, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah III Kementerian PUPR dan Putu Rudy Setiawan Ketua Laboratorium Perencanaan dan Perancangan Kota dari ITS. (Foto-Jendoel)
Mojokerto-Gema Media- Sebagai upaya memantapkan langkah pembangunan di Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar rapat inovasi pengembangan infrastruktur Kota Mojokerto, Jumat (22/1/2022).
Rapat yang diselenggarakan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) tersebut diadakan di Sabha Pambojana Rumah Rakyat Kota Mojokerto.
Forum tersebut juga turut menghadirkan Manggas Rudi Siahaan, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah III, serta
Putu Rudy Setiawan, Ketua Laboratorium Perencanaan dan Perancangan Kota, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Rapat diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, dan Kepala OPD serta Camat di lingkup Pemerintah Kota Mojokerto. (Foto-Jendoel)
Di hadapan para ahli di bidang perencanaan tata kota tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan rancangan pembangunan Kota Mojokerto, serta capain yang kinerja yang sudah dilakakuan melalui sarana prasarana yang sudah di bangun.
"Salah satu grand design kami adalah Wisata Bahari Majapahit. Jadi, pembangunan infrastruktur akan diarahkan untuk menunjang hal tersebut", ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Ia menjelaskan upaya tersebut sebagai strategi membangun perekonomian, dengan memanfaatkan potensi di Kota Mojokerto kental dengan sejarah dan budaya kerajaan Majapahit.
Selain itu, ia juga menjelaskan profil wilayah, sosial, dan ekonomi Kota Mojokerto serta sejumlah rancangan fasilitas publik lain yang diharapkan menunjang percepatan pembangunan ekonomi masyarakat.
"Kami siap support. Yang jelas, harus ada komitmen kerja keras dari pemerintah daerah," ungkap Rudi Siahaan. Ia juga menambahkan sejumlah masukan yang menurutnya penting untuk dipertimbangkan oleh pemkot Mojokerto agar bisa menyukseskan rancangan pembangunan yang ada.
Wali Kota Mojokerto memaparkan rencanma pembanguna grand desain Wisata Bahari Majapahit. (Foto-Jendeol)
Sementara itu, akademisi asal ITS Putu Rudy menyampaikan catatan tentang zoning sebagai oertimbangan untuk merancang pelampauan intensitas pemanfaatan ruang di Kota Mojokerto.
Para pejabat pemerintah lainnya, seperti Sekda, Asisten Perekonomian & Pembangunan, sejumlah kepala OPD terkait, serta seluruh camat juga turut hadir dalam diskusi tersebut.
Setelah kegiatan rapat berakhir, Ning Ita juga mengajak seluruh hadirin untuk meninjau langsung sejumlah lokasi proyek pembangunan infrastruktur menggunakan armada pariwisata (shuttle car) Kota Mojokerto yang telah di-launching beberapa waktu lalu. (EL/Jen)