Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Total 238 pendaftar dijadwalkan mengikuti tes tulis seleksi terbuka penerimaan tenaga pendamping kesehatan HCI, Selasa (18/1/2022). Para peserta yang mengikuti tes sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi pada Jumat (14/1) lalu. Pelaksanaan tes tulis tersebut terbagi menjadi dua gelombang di hari yang sama bertempat di Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada.
Namun, hingga kedua gelombang selesai, sebanyak 50 peserta tercatat tidak mengikuti seleksi tanpa disertai konfirmasi jelas. "Yang hadir di sesi satu ada 80 orang, dan sesi dua hadir 108 orang. Nah, yang tidak hadir di sesi satu 40 orang, dan sesi kedua 10 orang," ujar kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto, dr Triastutik melalui seluler.
Berikutnya, peserta sejumlah dua kali kuota formasi dengan nilai tes tulis tertinggi akan mengikuti tes wawancara pada Rabu besok (19/1). Sementara bagi peserta yang tidak mengikuti tes hari ini otomatis dinyatakan gugur.
para peserta ujian tulis rekrutmen tenaga kesehatan-zan
Terkait kuota, semula hanya akan dipilih 42 peserta terbaik. Namun, pihak Dinkes berencana menambah peserta lolos menjadi 43 peserta.
"Ternyata satu mengundurkan diri pada Jumat lalu pas pengumuman. Jadi gak lengkap, sisa 57 orang. Jadi rencananya akan ada penambahan lagi dan diumumkan, tapi kita masih bicarakan dulu dengan panitia," ucap Trias.
Selain itu, diketahui bahwa para peserta ternyata tidak hanya datang dari warga Kota Mojokerto melainkan juga dari Kabupaten Mojokerto dan beberapa daerah lain. Seperti Chanifah Fitri Ardiana, warga Perumahan Lawang Sari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dengan diantar sang suami dan putrinya, perempuan berusia 32 tahun tersebut mengaku optimis mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang ada, meskipun sebelumnya gagal dalam seleksi ASN tahun lalu.
"Karena penyelenggaranya Dinkes, terus area kerjanya juga lebih dekat," ujar perempuan sekaligus bidan di sebuah klinik swasta di daerah Gondang saat ditanya alasan mengikuti seleksi HCI.
Selain Chanifah, juga terdapat Ayu Nora Septiana (25) asal Sidoarjo dan Hayun Rohmantika (24) dari Pacitan. Keduanya tetap percaya diri meskipun harus bersaing dengan peserta tuan rumah ataupun dari daerah lainnya.
Meskipun tertera pelamar diutamakan dari warga kota Mojokerto, Dinkes P2KB memang tidak membatasi pelamar dari daerah lain. Kualitas dari tenaga kesehatan menjadi poin yang dititik beratkan. Dengan SDM berkualitas, diharapkan dapat memberi pendampingan terbaik kepada warga Kota Mojokerto agar bisa mendapat akses pelayanan kesehatan yang terjamin.
Sebagai informasi, sebanyak 100 tenaga pendamping, hasil seleksi periode sebelumnya dan kali ini, nantinya akan ditempatkan di 18 kelurahan demi membantu peningkatan pelayanan kesehatan warga Kota Mojokerto. (EL/an)