Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat kunjungi Pemandian Sekarsari melihat ornamen menara Trio Buana Tungga Dewi. (Foto-Jendoel)
Mojokerto-Gemamedia-Pembangunan pemandian Sekarsari yang berada di Jalan Empunala Kota Mojokerto telah memasuki tahap II. Dan pada Selasa, (18/1) Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung progres pembangunannya.
Hal utama yang menjadi perhatian Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini adalah ornamen bernuansa majapahit yang melengkapi keindahan Menara Tribuana Tungga Dewi. Jika puncak menara melambangkan mahkota dari Ratu Tribuana, maka dibagikan bawah menara ini terdapat delapan relief berbeda yang tentunya berkaitan dengan majapahit.
Kapal MAjapahit berada di tengah kolam pemandian Sekarsari sebagai salah satu icon. (Foto-Jendoel)
Menurut Ning Ita selain bisa dimanfaatkan sebagai spot foto ornamen-ornamen ini juga bisa menjadi media edukasi khususnya terkait sejarah Majapahit. "Ini akan menjadi tempat refresing, kita akan belajar tentang sejarah dan mendapatkan edukasi sejarah Majapahit disini, tentu akan lebih indah jika edukasi itu menggambarkan sesuatu yang bisa masuk ke dunia anak-anak dan lebih humanis."ujarnya.
Terkait pemasangan ornamen benuansa Majapahit Ning Ita berharap tidak perbedaan sebagaimana adanya pembatasan wilayah administratif. "Kita lebih mengedepankan sinergi kebersatuan Majapahit. Kalau wilayah administratif itu kan pembatasan di era administrasi NKRI saja. Tapi kalau sudah mengusung semangat Majapahit maka saya ingin tidak ada sekat," tegasnya.
Selain ornamen, sebuah kapal majapahit juga sudah berdiri dengan megah di pemandian Sekarsari. Dimana kapal ini merupakan ciri Majapahit yang merupakan sebuah negara maritim
Disamping meninjau ornamen, kelengkapan sarana prasarana tentu tak luput dari perhatian Ning Ita. Menurutnya semua sarana dan prasarana yang ada di Sekarsari ini harus dapat digunakan semua orang, termasuk bagi orang yang berkebutuhan khusus.
Terkait ornamen bernuansa Majapahit, seniman Putut Nugroho yang mendampingi Ning Ita kali ini, menjelaskan bahwa pemasangan ornamen sesuai dengan Spirit of Majapahit yang diusung oleh NingĀ Ita.
Nampak kolam renang, wahana seluncuran, dan kapal majapahit sebagai icon Pemandian Sekarsari. (Foto-Jendoel)
"Relief yang ada karena bu wali punya program spirit of mojopahit, maka ornamen ornamen termasuk relief itu mengambil dari kekayaan Majapahit yang ada di candi-candi majapahit seperti candi penataran, candi surowono, sukuh,"jelasnya.
Ia menambahkan bahwa menara mengambil dari Surya Majapahit yang berbentuk segi delapan sementara pusatnya di tengah Dewatanawasanga, kemudian bentuk segi delapan itu merupakan pancaran dari sifat dewa siwa. "Ini semua sebagai penguatan sekaligus representasi dari spirit of majapahit," pungkasnya. (Na/Jen)