Ratusan peserta Inkubasi Wirausaha kota Mojokerto mulai mendapat pelatihan manajemen pemasaran dan kewirausahaan

gambar utama
pelatihan manajeman pemasaran kewirausahaan-zan
Kota Mojokerto - GEMA MEDIA ; Sebanyak 364 Peserta Inkubasi Wirausaha di bawah binaan Dinas Koperasi UKM perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) kota Mojokerto hari ini mulai mendapatkan pelatihan manajemen pemasaran dan kewirausahaan. Kamis (9/12).

Ratusan peserta inkubasi ini terdiri dari bidang usaha kopi dan cokelat, frozen food, jajanan non beras, bakery, sablon, daur ulang, tas kanvas goni, serta abon lele dan unggas.

Dengan menghadirkan Narasumber Akademisi dari Universitas Ciputra, Dr. David Sukardi Kodrat, M.M., CPM. Pelatihan ini dibuka oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, bertempat di Ruang Sabha Mandala Madya Pemerintah Kota Mojokerto.

"Untuk menjadi pengusaha sukses itu memang harus ada proses, dan proses itu harus dilalui dengan penuh kesabaran dan keuletan. Prosesnya diawali dari terus menerus meng upgrade ilmu, salah satunya yang dilakukan pada hari ini" ujar Ning Ita sapaan akrab Wali Kota.

Ning Ita saat mengamati salah satu hasil produk peerta inkubasi wirausaha-zan


Melalui pelatihan manajemen pemasaran dan kewirausahaan, ratusan peserta diajarkan menghitung harga produksi, hingga harga pokok penjualan (HPP) agar bisa bersaing di pasaran.

Lebih lanjut menurut Ning Ita, di era disrupsi digital saat ini, pelaku Usaha harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produk usahanya.

"Semuanya sekarang berbasis online, maka perubahan era digital inilah yang harus dipahami oleh pelaku usaha. Bagaimana memasarkan produk usahanya melalui online, jangan hanya mengandalkan penjualan konvensional saja" jelasnya.

Sementara itu Ani Wijaya selaku Kepala DiskopUKMperindag kota Mojokerto menambahkan, nantinya peserta inkubasi wirausaha akan tetap mendapatkan pendampingan oleh tenaga pendamping selama 6 bulan.

"Tenaga pendamping ini juga akan membantu sistem manajemennya dari mulai menghitung biaya produksi dan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) serta membantu proses marketingnya secara digital online," terangnya.

Tidak hanya itu, diketahui Pemkot Mojokerto melalui DiskopUKMperindag juga telah menyiapkan coaching clinic "Korona" dan aplikasi "Mami Eksis" sebagai upaya pemberian pendampingan berkelanjutan kepada wirausaha baru. (dit/an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: