Ratusan Warga Mojokerto Ikuti Pelatihan Wirausaha Minuman

gambar utama
Ning Ita Wali Kota Mojokerto memberikan arahan kepada peserta inkubasi Wirausaha Minuman Di Rest Area Gunung Gedangan.
Mojokerto - Gemamedia - Sebanyak 100 warga Kota Mojokerto mengikuti Inkubasi Wirausaha Minuman Kopi dan Cokelat yang digelar oleh Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag). Peserta dibagi menjadi 2 gelombang, yang masing-masing gelombang mendapat pelatihan selama 4 hari. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Rest Area Gunung Gedangan dan dimulai pada Selasa (9/11/2021).

Pada menjadi hari pertama dimulainya pelaksanaan kegiatan inkubasi wirausaha tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, membuka secara langsung yang didampingi Kepala Diskouperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya dan Narasumber Ahmad Ali Yafie, Store Manager dari Kopi Kenangan.

"Di inkubasi wirausaha ini bapak ibu tidak sekadar mendapat pelatihan, lalu sudah. Tapi panjenengan dibimbing, dibina, dipenuhi kebutuhan permodalannya sampai jadi wirausaha. Punya bisnis warung kopi sendiri, bisnisnya berkembang, cabangnya dimana-mana", ujar Wali Kota Mojokerto, yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Antusias peserta pelatihan Inkubasi Wirausaha Minuman yang di gelar Diskoumperindag Kota Mojokerto. (Foto-Fauzan)


Sebagaimana diketahui, lanjutnya, pandemi Covid-19 berdampak pada melemahnya perekonomian masyarakat. Tidak sedikit masyarakat Kota Mojokerto yang mengalami penurunan penghasilan atau bahkan kehilangan mata pencaharian. Oleh karenanya, program Inkubasi Wirausaha merupakan salah satu upaya Pemkot Mojokerto untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Diskouperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya juga berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sungguh-sungguh.

"Setelah mendapatkan pelatihan, para peserta akan mendapatkan pendampingan selama 6 bulan. Berikutnya bagi peserta yang kelompok usahanya memenuhi persyaratan, akan mendapatkan bantuan permodalan untuk pengembangan usaha lebih lanjut dari Pemkot Mojokerto," tutur perempuan yang pernah menjabat Kepala Bagian Umum Setda Kota Mojokerto.

Sementara itu, pemilihan minuman kopi dan cokelat sebagai salah satu bidang Inkubasi Wirausaha dilatarbelakangi oleh tingginya animo masyarakat terhadap jenis minuman tersebut.

"Faktanya, meskipun tengah pandemi, belakangan keberadaan kedai minuman jenis tersebut semakin mudah dijumpai di sudut-sudut Kota Mojokerto," pungkasnya. (EL/Jen)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: