NING ITA: TINGKATKAN KUALITAS SDM DENGAN "SPIRIT OF MAJAPAHIT"

gambar utama
Ning Ita, Walikota Mojokerto dinobatkan sebagai Ibu pendidikan-sasa
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA :Pemerintah Kota Mojokerto dambakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, yakni yang intelek dan humanis. Demi wujudkan hal tersbut, Walikota Mojokerto tekankan pentingnya pendidikan berkebudayaan dengan semangat "Spirit of Majapahit".

"Tidak akan ada gunanya, memiliki kecerdasan intelektual tapi tidak memiliki budaya, tidak memiliki karakter," tegasnya.

Sebagaimana didapati dalam sejarah, Majapahit merupakan kerajaan yang mampu menyatukan Nusantara, yang di dalamnya penuh keberagaman. Meski telah runtuh, moral yang dimiliki oleh MajapahitĀ  tersebut harusnya bisa menjadi pondasi kehidupan masyarakat saat ini. Utamanya bagi warga Kota Mojokerto yang hidup di atas Bumi Majapahit.

"Maka akan sangat tepat kalau anak-anak kita yang keturunan dari Majapahit juga harus memahami, sadar, dan mempraktikkan nilai yang diwariskan para leluhur", tambahnya.

Ning Ita menyerahkan hadiah kepaga juara pertama lomba kreasi tari festival dan lomba seni siswa nasional tahun 2021.


Menurut sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut, dengan adanya kesadaran bersatu di tengah perbedaan suku maupun agama, diharapkan dapat memunculkan sinergi untuk mempercepat pembangunan di Kota Mojokerto. Dengan demikian sangat tepat jika dikatakan bahwa Keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari infrastruktur semata, melainkan juga kualitas sumber daya manusianya.

Amin Wachid Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto-sasa


Perlu diketahui, tolak ukur pembangunan sumber daya manusia dinyatakan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkana data yang dirilis BPS Jawa Timur, IPM Kota Mojokerto pada tahun 2020 telah mencapai 78,04. Angka tersebut tentu tidak jauh berbeda jika dibandingkan IPM Surabaya yang sudah masuk kategori sangat tinggi, yakni sebesar 80.

Lebih lanjut, Ning Ita juga menjelaskan upaya yang tengah dilakukan demi meningkatkan IPM Kota Mojokerto. Tidak cukup jika hanya wajib belajar 9 tahun, pemkot juga memberikan dukungan bagi para pelajar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi dengan menyediakan beasiswa. Sebanyak 100 anak ditargetkan mendapatkan beasiswa tersebut setiap tahunnya. Selain itu juga terdapat program "Satu Rumah Satu Sarjana", yang bekerja sama dengan Universitas Mayjen Sungkono sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mojokerto serta Baznas Kota Mojokerto.

Sejumlah uraian di atas disampaikan langsung oleh Ning Ita saat menghadiri acara Gebyar Seni "Anugerah Prestasi dan Puncak Acara Teaching Challenge Adu Kreatifitas Mengajar" di Pendopo Sabha Kridhatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Sabtu sore (30/10/2021).

Sebagai informasi, acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kita Mojokerto dalam rangka memberikan apresiasi kepada insan berprestasi dalam dunia pendidikan, baik siswa maupun guru. Pada kesempatan tersebut, Ning Ita juga menerima anugerah sebagai 'Ibu Pendidikan Kota Mojokerto", atas perhatian dan dedikasinya yang tinggiĀ  kepada pendidikan di Kota Mojokerto (LY/an).
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: