KEMBANGKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA, DISDIKBUD KOTA MOJOKERTO GANDENG LP2M UNIVERSITAS NEGERI MALANG

gambar utama
Dr. H.Ludi Wishnu Wardana, M.M, saat membuka workshop pendidikan karakter-dok
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA : Selama pandemi Covid-19, intensitas pembelajaran tatap muka sangat terbatas, bahkan nyaris tidak bertemu sama sekali antara guru dan murid.  Dalam kondisi ini, guru sangat kesulitan dalam menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didik.  Oleh karena itu, diperlukan kegitan untuk mereview kembali melalui pelatihan pendidikan karakter bagi para guru yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan  sehari-hari dalam proses belajar-mengajar.

Bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang, Disdikbud Kota Mojokerto mengadakan Workshop Pendidikan Karakter bagi guru SD Negeri/Swasta se-Kota Mojokerto selama 2 hari mulai hari selasa dan rabu tanggal 26 dan 27 Oktober 2021 bertempat di Aula SDN Balogsari 6 Jl.Empunala No. 115 Kota Mojokerto.

Kepala Sekolah dan Guru SD negeri/swasta se-Kota Mojokerto-dok


Dr. H.Ludi Wishnu Wardana, M.M. Dosen Universitan Negeri Malang yang juga salah satu Pemateri menuturkan, Pengembangan profil pancasila melalui pembiasaan harus ada dukungan dari pembelajaran, pembinaan siswa,  manajemen sekolah, dan pembiasaannya.

“Kita disini pembiasaan itu dimulai dari pengembangan profil pancasila.  Secara bertahap dan teratur untuk mewujudkan profil karakter pancasila.  Indonesia dapat maju, berdaulat dan berkepribadian, keluaran pelajar pncasila yang kritis, kreatif, mandiri dan beriman dan bertqwa kepada Tuhan Yang  Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong dan berkebinekaan global.

para peserta workshop sangat antusias mengikuti materi-dok


Menurut Ludy demikian sapaan akrabnya, 6 profil pelajar pancasila yaitu, yang pertama adalah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang aspek pengembangannya meliputi aklaq beragama, aklaq  pribadi, aklaq kepada manusia,dan kepada alam dan bernegara. Profil  kedua adalah kebinekaan global, mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi, inter kultural dalam berinteraksi dengan sesama, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

Profil ketiga adalah bergotomg royong yang meliputi kolaborasi, kepedulian dan  berbagi. Profil keempat adalah mandiri, kesadaran akan diri,dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

Profil kelima adalah bernalar kritis, memeroleh dan memproses informasi, gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksikan pemkiran dan proses serta mengambil keputusan.

Profil keenam adalah kreatif, aspek pengembangannya adalah menghasilkan gagasan dan karya yang original dan tindakan yang original.

“Jadi output ini nanti para peserta membuat video profil dari pelajar pancasila di sekolah masing-masing sebagai sarana identitas sekolahan sekaligus sebagai promosinya dan ini perlu ada dukungan dari kepala sekolah” tandasnya.

Jika ada 1000 pengembang profil pelajar pancasila 1 diantaranya adalah aku. Jika ada 100 apengembang profil pelajar pancasila 1 diantaranya adalah aku. Jik ada 1 penggerak pengembang profil pancasila yang hebat itu adalah aku. “jadilah pengembang profil pelajar pancasila siap antarkan tunas bangsa membangun” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Putra Wira Perkasa,SE Kasi.Kurikulum dan Kesiswaan bahwa tujuan workshop pendidikan karakter ini adalah seluruh komponen guru,hingga Kepala Sekolah mendapatkan ilmu serta metode-metode baru dalam rangka memperkuat pendidikan karakter di sekolah masing-masing.

Narasumber para Dosen dari Universitas Negeri Malang, yakni Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd, M.Si, Drs. H. Burhanuddin, M.Ed., Ph.D., Azizah, S.Pd., M.Si, dan Dr. H.Ludi Wishnu Wardana, M.M.

Workshop kali ini diikuti 118 peserta terdiri dari 59 guru dan 59 Kepala Sekolah,hadir pula Pengawas Sekolah Dasar se-Kota Mojokerto.(an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: