Kota Mojokerto-GEMA MEDIA - Program inkubasi wirausaha dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang digagas Pemerintah Kota Mojokerto diharapkan mampu benar-benar memulihkan perekonomian masyarakat yang tengah menghadapi pandemi Covid-19. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang tahun lalu sempat mengalami resesi.
"Harapannya dari program ini, bisa memunculkan wirausahawan yang berkelanjutan. Tidak hanya sekali panen, selesai. Tapi nanam lagi, panen lagi, nanam lagi, dan seterusnya. Harus sampai secara ekonomi menghasilkan", tegas Walikota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, S.E.
Walikota Mojokerto saat menympaikan paparan -zan
Pesan tersebut disampaikan Ning Ita pada saat "Rapat Koordinasi Pemantapan Inkubasi Wirausaha Bidang Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Se-Kota Mojokerto", Rabu (27/10/2021). Peserta dari kegiatan yang berlangsung di pendopo Sabha Kridhatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto itu adalah para ketua kelompok kegiatan inkubasi wirausaha, sebanyak 50 orang.
Perlu diketahui bahwa kelompok inkubasi wirausaha Bidang Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Se-Kota Mojokerto berjumlah 121 kelompok 994 rumah tangga (ruta). Dari total keseluruhan, terdapat bidang pertanian 24 kelompok 172 ruta, bidang perikanan 63 kelompok 565 ruta, serta bidang perernakan 34 kelompok 256 ruta. Data tersebut berdasarkan laporan Drs. R. Happy Dwi Prastiawan, M.Si., selaku Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto yang juga turut menghadiri kegiatan.
Drs. R. Happy Dwi Prastiawan, M.Si., selaku Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto saat menyampaikan laporan-jen
Pihaknya juga menjelaskan bahwa serangkaian program inkubasi wirausaha ini telah dipersiapkan sejak akhir tahun 2020. Tepatnya Oktober 2020, DKKP mulai melakukan rekrutmen pendamping kelompok inkubasi wirausaha. Sebanyak 25 orang terpilih selanjutnya mendapat pelatihan pada bulan berikutnya. Berikutnya, pada September 2021, pelatihan bagi kelompok masyarakat mulai dilakukan. Sesudahnya, masing-masing kelompok menerima pendampingan hingga saat ini.
Sebagaimana diinstruksikan oleh Ning Ita, pasca pelatihan, kelompok penerima masyarakat akan mendapat pendampingan selama 6 bulan. Setelahnya, mereka akan menerima bantuan saana prasarana dari dana kelurahan.
Tidak sampai disitu, pemkot juga akan coba membantu menyediakan jalur pendistribusian bagi komoditas yang dihasilkan. Salah satu opsi yang diberikan yaitu bekerja sama dengan E-warung.
"Produk hasil program ketahanan pangan nanti bisa dipasarkan di E-warung. Yang membeli anggota E-warung. Jadi mekanismenya dari warga untuk warga," terang Ning Ita.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga turut mengundang Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Kabag Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, serta Camat dan Lurah se-Kota Mojokerto. (El/an)