OPTIMALKAN PERAN KOPERASI BERBASIS SYARIAH, PEMKOT MOJOKERTO GELAR PELATIHAN AKUNTANSI SYARIAH

gambar utama
Pembukaan pelatihan administrasi koperasi syariah-jen
Kota Mojokerto - GEMA MEDIA :Upaya Pemerintah kota Mojokerto dalam mendukung penguatan peran koperasi untuk mendorong pemeberdayaan masyarakat ditengah pandemi covid-19 terus dilakukan, salah satunya dengan menggelar Pelatihan Akuntansi Syariah bagi Koperasi.

Pelatihan yang digelar selama tiga hari dari tanggal 26 sampai dengan 28 Oktober 2021 ini dibuka secara resmi oleh Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto, bertempat di Jimbaran Resto, Jl. Raya By pass Km. 50 Mojokerto. Selasa (26/10/2021).

"Saya melihat salah satu indikator keuangan syariah yaitu Baitul Maal Wa Tamwil atau BMT, sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang mendukung peningkatan inklusi keuangan, tentu peranya sangat strategis" ungkap Ning Ita sapaan akrab Wali Kota.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan sambutan arahan-jen


Ia berharap, dengan dilaksanakannya pelatihan akuntansi berbasis syariah ini, koperasi - koperasi yang ada di kota mojokerto, baik koperasi yang berbasis syariah maupun koperasi konvensional yang berminat syariah, memahami betul pengelolaan koperasi berbasis syariah demi memberikan pelayanan prima bagi anggotanya.

"Saya berharap kedepan bagaimana koperasi - koperasi yang menggunakan lebel syariah ini benar- benar ruhnya, nafasnya, jalanya bener-bener syariah sesuai dengan lebelnya" pungkasnya.

Kepala Bidang Bina Koperasi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro, Perindustrian dan Perdagangan-jen


Senada dengan Wali Kota, Helmi, Kepala Bidang Bina Koperasi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) kota Mojokerto selaku OPD pengampu menambahkan, di kota Mojokerto ada sekitar 12 koperasi berbasis syariah yang sebagian besar masih belum mengaplikasikan prinsip syariah dalam pengelolaannya.

"Oleh karena itu kami adakan pelatihan akuntansi syariah bagi koperasi ini, sehingga kami harapkan, 12 koperasi berbasis syariah yang masih menerapkan pengelolaan koperasi konvensional ini bisa mengaplikasikan pengelolaan koperasi dengan prinsip- prinsip syariah, agar antara lebel dengan pengelolaanya sama" tandasnya.

Diketahui, pelatihan ini diikuti 40 peserta anggota koperasi unsur syariah, dengan Narasumber hari pertama dari Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, hari kedua dari BMT Permata Jawa Timur, dan hari ketiga dari Lapenkop Jawa Timur. (dit/an)

 

 

DWP: Berkeluarga dengan Meneladani Nabi Muhammad
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: