MENGULIK SEJARAH MOJOPAHIT YANG MENJADI INSPIRASI INDONESIA BERSAMA NING ITA DAN GUS MUWAFIQ

gambar utama
Ning Ita bersama suami Supriyadi Karima Syaiful , Gus Muwafiq persiapan akan melaksanakan kegiatan bersholawat-zan
Mojokerto - GEMA MEDIA ; Pemerintah Kota Mojokerto mengundang K.H. Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H/2021 M, yang di pusatkan di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jl. Hayam Wuruk, No. 50 Kota Mojokerto. Kamis (21/10/2021).

Dalam acara yang dikemas dalam "Mojokerto Bersholawat" tersebut, Gus Muwafiq dalam tausiyahnya menjelaskan history terkait proses negosiasi Majapahit yang semula kental dengan corak agama Hindu hingga masuknya agama Islam sampai saat ini di Kota Mojokerto.

"Dalam rangka Maulid Nabi kali ini kami mengundang KH, Muafiq atau yang sering kita kenal Gus Muafiq untuk memberikan tausiah kepada masyarakat kota Mojokerto secara hibird, dan ternyata beliau sangat memahami history negosiasi masuknya agama Islam ke bumi Mojopahit. Oleh karena itu kedepan kami ingin mengundang beliau kembali untuk bedah sejarah Majapahit" ungkap Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto saat di temui usai acara.

Para jamaah yang bersholawat-zan


Menurutnya, pengetahuan yang dimiliki Gus Muwafiq ini selaras dengan program pembangunan Pemerintah Kota Mojokerto yang mengusung "Spirit of Mojopahit". Diharapkan pemahaman terkait sejarah maupun budaya Mojopahit akan bisa difahami lebih luas oleh masyarakat khususnya generasi muda Kota Mojokerto.

"Ini kami lakukan agar generasi muda ini tidak lupa terkait akar dari sejarah dan budayanya, agar mereka menjadi bangga bahwa Mojopahit merupakan pusat peradapan semuanya, Mojopahit mampu menyatukan segalanya, Mojopahit adalah tempat bernegosiasi yang kemudian berbagai berbedaan itu bisa bersatu dan rukun hingga saat ini. Inilah yang harus ditanaman ke generasi penerus bangsa" jelasnya.

Kegiatan ceremonial pembukaan Kota Mojokerto bersholawat-zan


Lebih lanjut Ning Ita sapaan akrab Wali Kota ini berharap dengan keberagaman latar belakang suku, ras, dan agama di Kota Mojokerto bisa tetap guyub rukun agar pembangunan baik infrastruktur maupun SDM di Kota Mojokerto tetap bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Diketahui, sebanyak 100 Mushola, Surau, dan Masjid di Kota Mojokerto secara serentak mengumandangkan Sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar secara luring maupun daring ini.

Sebagai informasi, "Kota Mojokerto Bersholawat" digelar secara luring dengan jumlah peserta terbatas pada 6 titik, selebihnya digelar secara daring di seluruh mushola dan surau se Kota Mojokerto dan di siarkan langsung melalui Youtube "Gema Media Diskominfo Kota Mojokerto".

Turut hadir dalam majelis Sholawat, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh agama Islam baik dari MUI, NU, PD Muhammadiyah, PD LDII, PC Muslimat, Aisyiyah, Fatayat, Anshor, IPPNU, serta IPNU. (dit/an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: