Mojokerto - GEMA MEDIA : Sebanyak 100 Mushola, Surau, dan Masjid di Kota Mojokerto secara serentak mengumandangkan Sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal/ 19 Oktober 2021 lalu.
Acara yang digelar secara luring dan daring ini dikemas dalam "Kota Mojokerto Bersholawat" bersama Ning Ita dan K.H. Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq. Kamis (21/10/2021) sore.
Dalam arahanya, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah selama pandemi covid-19 berlangsung. Mengingat Kota Mojokerto saat ini telah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 se Jawa - Bali.
"Mohon senantiasa terus meningkatkan ukhuwah, baik ukhuwah Wathaniyah maupun ukhuwah Basyariyah, serta terus senantiasa Jaga kondusifitas daerah kita jangan sampai naik lagi level PPKM nya, agar pembangunan tetap bisa berjalan dengan lancar, kondusif, serta berjalan sesuai dengan visi dan misi Pemkot Mojokerto" katanya.
Ning Ita dan para tokoh agama dalam agenda Kota Mojokerto bersolawat-zan
Lebih lanjut ia berharap agar masyarakat segera bisa beradaptasi dengan kehidupan "New Normal" dengan tetap melakukan aktifitas secara normal namun tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).
"Kondisi saat ini kita harus bersama - sama menjaga agar seluruh kegiatan seperti majelis seperti ini tetap bisa berjalan dengan lancar, berjalan dengan normal tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Karena melalui majelis- majelis seperti inilah Allah akan segera mencabut pandemi covid -19 ini InsyaAllah" ungkap Ning Ita.
Sebagai informasi, "Kota Mojokerto Bersholawat" digelar secara luring dengan jumlah peserta terbatas pada 6 titik, selebihnya digelar secara daring di seluruh mushola dan surau se Kota Mojokerto dan di siarkan langsung melalui Youtube "Gema Media Diskominfo Kota Mojokerto".
Sementara itu pada ceramahnya, Gus Muwafiq turut menyinggung terkait krisis yang terjadi di masa pandemi covid-19 bukan semata- mata diakibatkan virus covid-19. Namun melainkan karena ketidaksiapan masyarakat atas perubahan dunia dari sistem konvensional menuju sistem digital.
Gus Muwafiq saat memimpin sholawat-zan
"Runtuhnya ekonomi bukan karena corona, namun karena ketidaksiapan kita, masyarakat menggunakan sistem digital, karena kita masih menggunakan sistem konvensional" ungkapnya.
Oleh karena itu menurut Gus Muwafiq, agar tidak terimbas pandemi covid-19, masyarakat harus segera bertransformasi menuju sistem digital dalam kegiatan sehari - hari.
"Kita liat majelis ini, dilakukan secara virtual, bisa jadi yang mengikuti lebih banyak daripada kalau kita pengajian konvensional yang terbatas pesertanya. Ini termasuk transformasi digital" imbuhnya.
Turut hadir dalam majelis Sholawat, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh agama Islam baik dari MUI, NU, PD Muhammadiyah, PD LDII, PC Muslimat, Aisyiyah, Fatayat, Anshor, IPPNU, serta IPNU. (dit/an)