PEMBELAJARAN TATAP MUKA DIMULAI, NING ITA SAMBANGI GURU TIDAK TETAP

gambar utama
Ning Ita sosialisasikan prioritas pendidikan sambil silaturahmi dengan Guru Tidak Tetap-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Beberapa minggu terakhir ini pembelajaran tatap muka telah dimulai sejalan dengan turunnya level PPKM di Kota Mojokerto.   Semua guru baik ASN maupun non ASN (GTT)  kembali ke sekolah untuk mentransfer ilmunya. Kerinduan anak-anak dengan gurunya terobati sudah, walau masih ada keterbatasan dan wajib taat protokol kesehatan.

Untuk memberikan motivasi dan bersilaturahmi, Ning Ita  Walikota Mojokerto sambangi para guru  khususnya yang berstatus Guru Tidak Tidak Tetap (GTT) bertempat di SMP Negeri 4 Kota Mojokerto sore hari, rabu 15/9/2021.

Ika Puspitasari Walikota Mojokerto yang disapa Ning Ita ini menuturkan, sudah 3 semester anak-anak melaksanakan pembejaran jarak jauh (PJJ).

Baru beberapa minggu tatap muka ini kita selenggarakan secara massive dan itupun juga belum bisa maksimal karena kita harus menyesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat. “Saya ketika disambati oleh wali murid dan anak didik, betapa rindunya mereka untuk bertatap muka dengan gurunya, temannya,agar  bisa saling bercanda dengan teman-temannya” terangnya.

Para Guru Tidak tetap seddang mengikuti arahan Walikota-Mojokerto-jen


“Saat kondisi PJJ bisa dibayangkan betapa sulitnya mereka untuk belajar. Jangankan muridnya gurunya saja sulit, saya pun tidak bisa mengupayakan secara maksimal apa yang diperlukan oleh para wali murid maupun anak didik kita karena kebijakan ini sifatnya nasional,” ucap Ning Ita yang didampingi Amin Wachid Kadisdikbud Kota Mojokerto.

Ning Ita menyebutkan pandemi ini adalah bencana nasional bukan bencana daerah saja. Komandannya Presiden, maka yang ada di daerah mengikuti apa instruksi Presiden.

“Kita ini hanya bisa berupaya semaksimal mungkin untuk menenangkan masyarakat dengan berbagai keluhan yang ada. Tentu tidak hanya urusan Pendidikan urusan yang lain seperti ekonomi itu juga luar biasa, gejolaknya masyarakat yang tidak sabar dengan kondisi yang ada yang ingin segera kembali pada kondisi normal” lanjutnya.

Para guru juga harus extra sabar menghadapi anak-anak  karena setelah mengajar secara konvensional harus beradaptasi menjadi secara virtual.

Salah satu urusan wajib pelayanan dasar adalah bidang pendidikan, berdasarkan mandatorynya besarnya anggaran minimal 20 % dari dari APBD Kota Mojokerto.

“Saya tertibkan Karena mandatorynya adalah 20% dari APBD itu ,sejak saya memiliki tanggung jawab di pemerintahan ini. Kami sampaikan pada rekan rekan yang ada di legislatif ayo aturan aturan yang menjadi prioritas 1 kita lakukan, yaitu mandatory spending amanat dari undang undang, kemudian prioritas 2 baru prioritasnya kepala daerah, kemudian prioritas 3 adalah terkait usulan masyarakat, maka aturan main didalam pelaksanaan anggaran ini sudah menjadi komitmen bagi exsekutiv dan legislative” tandasnya.

Sementara itu Amin Wachid Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menambahkan, honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Mojokerto yang sebelumnya 700 ribu rupiah /bulan kini menjadi 1 juta 750 ribu rupiah/bulan dan masuk ke rekening yang bersangkutan.  Kemudian masih ada tambahan dari dana BOS sebesar 300  ribu. Kemudian ditambah lagi dengan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 125 ribu rupiah/bulan, sehingga jumlah minimal yang diterima GTT dan PTT  sebesar 2 juta 200 ribu rupiah/bulan.

Amin juga menyampaikan GTT yang  sudah mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada  hari senin, selasa dan rabu sebanyak 137 orang dari 221 orang dengan memperebutkan kuota 108 orang. “Insyaallah tahun depan bisa selesai untuk nasib GTT” ucap Amin. Kemudian untuk PTT ibu kami laporkan juga bentuk perhatian

Selain itu bentuk perhatian pemerintah Kota Mojokerto terhadap bidang pendidikan adalah sekolah gratis  mulai dari biaya pendidikan, Seragam sekolah, sepatu, buku, tas dan alat tulis serta angkutan semua  gratis bagi siawa TK,SD dan SMP.(an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: