NING ITA INGINKAN PRODUK UKM KOTA MOJOKERTO JADI DAYA TARIK WISATAWAN

gambar utama
Pembukaan pelatihan inkubasi wirausha bordir-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Sejalan dengan rencana pembangunan pariwisata di Kota Mojokerto yang menjadi skala prioritas, maka semua produk-produk UKM di Kota Mojokerto diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan. Hal itu disampaikan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di hadapan para peserta pelatihan bordir bertempat di laboraorium SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto, selasa 14/9/2021.

Ning Ita menyebutkan, sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut, melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Mojokerto menggelar pelatihan inkubasi wirausaha.
Setelah berbagai bidang usaha dilaksanakan pelatihan inkubasi wirausaha, kini giliran bidang usaha bordir yang diikuti sebanyak 150 orang. Pada waktu bersamaan juga masih berlangsung inkubasi usaha yang lain kelanjutan dari pelatihan sebelumnya di beberapa tempat. Seperti halnya usaha kue kering, batik tulis dan batik cap, aksesoris. “Karena pelatihan inkubasi ini tidak cukup satu atau dua bulan bisa lebih karena mulai dari pelatihan pendampingan, permodalan dan pemasaran” ucapnya.

Walikota menyaksikan praktek bordir di ruang laboratorium bordir SMK N I Sooko hari pertama pelatihan-jen


Dengan pelatihan ini juga dapat meningkatkan pemulihan ekonomi masyarakat akibat dampak pandemic Covid-19. Sejak tahun 2020, masyarakat pada kondisi keterpurukan ekonomi, maka melalui inkubasi ini akan tercipta wirausaha baru. “ Jika wirausaha bordir ini dapat berkembang, Pemerintah siap menfasilitasi pembentukan koperasi khusus usaha batik” tandas Ning Ita.

Ning Ita dialog dengan slah satu peserta pelatihan inkubasi wirausha bordir-jen


Ning Ita berpesan, agar pelatihan ini dapat diikuti secara serius dan istiqomah agar menjadi usahawan yang sukses. Kedepan usaha bordir dapat dikombinasi dengan batik untuk menciptakan kreasi dan inovasi yang baru, agar menjadi daya tarik wisatawan sebagai oleh-oleh khas Kota Mojokerto, demikian juga dengan produk UKM yang lainnya hasil inkubasi wirausaha sebelumnya.

Ani Wijaya Kepala DiskopUKMPerindag Kota Mojokerto menambahkan, pelatihan inkubasi wirausaha bordir ini semula akan menggunakan dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBDCHT), namun karena interval waktu yang terlalu lama, maka diambli kebijakan oleh Walikota Mojokerto menggunakan dana APBD hasil perubahan.
“Kami sampaikn terima kasih kepada Ibu Walikot Mojokerto yang telah memprioritaskan pelatihan inkubasi wirausaha ini dengan dana APBD hasil Perubahan” terangnya.

Untuk ini pihaknya menghadirkan narasumber dari MS Sulam (Ibu Trusti Dhiani Henartiwi) yang juga pengurus Dekranasda Surabaya.(an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: