Ning Ita saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan inkubasi wirausaha-dit
Mojokerto-GEMA MEDIA : Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi dampak Pandemi covid-19, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Mojokerto gencarkan pelatihan dan pendampingan inkubasi wirausaha.
Hal ini sesuai dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2021 dalam mengatasi dampak ekonomi selama pandemic covid-19. Pemerintah Kota Mojokerto memprioritaskan program pemulihan ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk inkubasi wirausaha.
Walikota Mojokerto Ika puspitasari-dit
Menurut Ning Ita dalam wawancara media usai membuka pelatihan inkubasi wirausaha aksesoris di Rest Area Gunung Gedangan selasa, 7/9/2021, Pemerintah Kota Mojokerto tahun 2021 ini menyasar 4.300 wirausaha untuk dilakukan inkubasi dengan alokasi anggaran 13 Miliar rupiah. Hal ini merupakan upaya berkelanjutan yang sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu. Ning Ita sapaan Walikota menyebut, alokasi dana di tahun 2021 ini terjadi peningkatan yang signifikan dibanding tahun lalu diangka seribuan sasaran.
“Ini akan kita lakukan secara berkelanjutan dan bukan hanya inkubasi saja, tetapi kedepan sector UKM produknya menjdi unggulan” tandas Ning Ita.
para peserta pelatihan aksesoris (inkubasi wirausaha)-dit
Selama ini produk alas kaki yang menjadi unggulan, namun kedepan ada produk serupa yang menjadi unggulan namun jenisnya berbeda. Sehingga kedepan difersifikasi produk yang menjadi unggulan di Kota Mojokerto semakin banyak. Kedepan Kota Mojokerto menjadi kota UKM dengan bermacam-macam kategori produk unggulan semua.
“Apalagi kedepan produk itu kita dampingi menjadi produk kualitas exspor seperti halnya alas kaki. Maka tidak hanya pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat, namun kita juga bisa menyumbang devisa bagi negeri ini” ungkap Walikota perempuan termuda ini.
Mengingat Kota Mojokerto tidak memiliki sumber daya alam yang memadai lanjutnya, hanya sumber daya manusianya. Maka sumber daya manusia di sector UMKM inilah yang harus didampingi betul-betulsecara berkelanjutan dari waktu ke waktu sebagai potensi daerah yang mempunyai daya saing, sesuai dengan visi pemerintah kota Mojokerto yaitu Terwujudnya Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil makmur, sejahtera, dan bermartabat.
Ani Wijaya Kepala DiskopUKMperindag-dit
Sementara itu Ani Wijaya Kepala DiskopUKMperindag Kota Mojokerto menyampaikan, bahwa peserta pelatihan inkubasi wirausaha jenis aksesoris kali ini berdasarkan hasil pendataan dari Dinas Sosial. Semula yang berminat sebanyak 150 orang, setelah melalui proses verifikasi yang lolos 70 orang. Maka dari jumlah tersebut dibagi menjadi 2 kloter masing-masing 35 orang selama 5 hari pelatihan.
Untuk kloter pertama diikuti oleh Kelurahan, Balongsari, Kedundung, Wates, Meri, gedongan dan kloter kedua diikuti Kelurahan Blooto, Gunung Gedangan, Kranggan, Magersari, Mentikan, Miji, Prajuritkulon, Pulorejo, Purworengah,dan Sentanan. Narasumber Dyah Risnawati dari Pernikday Surabaya. (an)