Walikota Mojokerto saat menutup pelatihan intelejen FKDM-an
Mojokerto- GEMA MEDIA : Salah satu dari peran Forum Kewaspadaan Masyarakat (FKDM ) adalah melakukan deteksi dini terhadap permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2018, tugas FKDM antara lain menjaring, menampung, mengkoordinasikan dan mengomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangannya secara dini.
Untuk maksud tersebut Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar pelatihan Intelijen bagi mitra Bakesbangpol utamanya FKDM.
Mochamad Imron Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, menyampaikan sebenarnya sudah sering ngopi bareng dengan FKDM dan Ibu Walikota juga, namun masih perlu dioptimalkan.
peserta pelatihan intelijen-an
Dalam pelatihan kali ini menghadirkan Narasumber pasi logistig Kodim 0815 Kapten Inf. Wahyudi, Koordinator Badan Intelijen Negara Agus, dan Kasat Intel Polresta Iptu Ibnu serta Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik-jen
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari berkesempatan menutup pelatihan ini menyampaikan, FKDM mempunyai tugas intelijen, sebagai bagian dari peran aktif untuk menjaga ketentraman, ketertiban dan kondusifitas daerah. “Kita tidak bisa mengandalkan beliau-beliaunya TNI dan POLRI, atau bahkan kita cuek, namun melalui diskusi-diskusi tentang kondisi di lapangan, terlebih lagi saat kondisi pandemic ini banyak hal yang kita luruskan kemungkinan kesalahahaman masyarakat menerima informasi agar situasi tetap kondusif”,terangnya. Fungsi tiga pilar menjadi tanggungjawab bersama, TNI dan POLRI, pemerintah dan masyarakat.
Ning Ita juga menyampaikan terima kasih dengan terbentuknya FKDM dapat membantu TNI/POLRI dalam memberi informasi tentang permasalahan yang ada di Lingkungannya, sehingga permasalahan-permasalahan yang ada dapat dicegah sedini mungkin. (an)